PB, Jakarta – Rupanya berita-berita yang dimuat terkait dengan sanjungan dan pujian bahkan sudah terindikasi berupa dukungan kepada Ahok untuk menjadi Gubernur Jakarta berikutnya, membuat Irjen Polisi Tito Karnavian, harus meninggalkan kursinya.

Jabatan sebagai Kapolda yang baru dijalani selama 8 bulan, akan ditinggalkan Tito dan menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menggantikan Komjen Polisi Saud Usman yang masuki masa pensiun.

Tito yang dikenal sering memuja Ahok menjadi Gubernur, bahkan laporan Ahok yang hanya berselang beberapa jam, pihak Kepolisian Polda langsung bergerak cepat, bahkan sudah memasuki tahap tersangka, terkait dengan penemuan kulit kabel atas laporan Pemprov DKI Jakarta.

Bahkan perseteruan antara DPRD DKI dan Ahok, juga berujung pada pemeriksaan ruangan Ketua DPRD oleh pihak Polda Metro Jaya.

Walaupun menyangkut kinerja ketua lama Ferrial Sofyan, namun berkas-berkas milik Ketua DPRD baru, Prasetio Edi Marsudi, terkait dengan surat yang ditandatangani oleh Ahok kepada Prasetio, juga ikut di ambil penyidik polda.

Bahkan terkait kulit kabel, Tito juga menyatakan jika kulit kabel yang ditemukan adalah milik PLN, sementara itu, Ahok sendiri pernah marah ke PLN terkait pemadaman listrik di waduk pluit ketika banjir.

Hal ini seakan mengindikasikan jika siapapun yang berseteru dengan Ahok, akan berurusan dengan pihak Polda.

“Semoga ini hanya dugaan, namun soal dukungan secara terang-terangan dari Tito sangat membahayakan institusi Polri, maka sudah benar jika harus diganti,” ujar Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute.

Tito akan digantikan Kapolda Jawa Barat, Irjen Polisi Mugiharto Adhimakayasa akan menempati posisi Kapolda Metro Jaya, dan posisinya digantikan Irjen Polisi Rycko Amelza.

(Jall)

loading...