PB, Kupang – Malang benar nasib Adi Meljati Tanemo, sudah mengajar dengan status honorer, dan gaji yang diterima hanya Rp. 250 ribu perbulan, itupun selama tiga tahun tidak di bayar.

Dan yang terjadi sungguh diluar dugaan, hanya karena menanyakan nasibnya terkait dengan gajinya, melalui SMS ke bendahara sekolah yang juga sekaligus sebagai bendahara Dana BOS, Justru Adi Meljati di pecat oleh kepala sekolah.

Sementara di lain sisi, sebelum Adi dipecat, dirinya masih sempat membeli sebuah papan tulis beserta alat tulisnya demi proses belaja mengajar muridnya.

Sementara dana BOS yang diperuntukkan bagi SD Negeri Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, justru habis tanpa diketahui arahnya.

SD-OefafiDitengarai adanya oknum Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang bermain dalam anggaran BOS, dikarenakan tidak pernah ada laporan lapangan yang benar, sementara kenyataannya seperti yang digambarkan di atas, justru seorang Guru Honorer yang merasa bertanggung jawab untuk melengkapi.

Adi Muljati sendiri sudah mulai mengajar sejak tahun 2009 lalu, dan gajinya yang di dapat dari BOS biasanya di bayarkan tiga bulan sekali.

Sementara berita ini mulai terkuak, justru pihak sekolah, Kepsek dan Bendahara, balik melaporkan Adi yang dianggap mencemarkan nama baik.

Salah seorang rekan guru Muljati alias Tameno sempat meminta dirinya untuk kembali mengajar, dikarenakan selama 3 bulan dipecat, murid-muridnya tidak bisa belajar dengan baik.

Tameno mengakui jika anak didiknya selama ini hanya di ajari oleh dirinya, dan jika tidak mengajar dipastikan anak-anak muridnya hanya bisa bermain.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidupanya sehari-hari, dirnya hanya bisa mengurus ternak dan jagung miliknya, sementara itu laporan ke Polisi terkait nama baik juga harus dihadapinya.

Namun yang jadi pertanyaan, atas dasar hukum apa pihak kepolisian harus menyelesaikan laporan atas pencemaran nama baik, hingga membuat Tanemo ketakutan harus menghadapi kasus hukum atas pencemaran nama baik.

(Jall/sumber)

loading...