PB, Jakarta – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R. mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menjadi salah satu narasumber dalam acara diskusi kelompok terfokus Kemitraan Keamanan Maritim di Indonesia, bertempat di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (7/3).

Adapun tema diskusi tersebut, “Meningkatkan Koordinasi dalam Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisir di Laut untuk 2016 dan Seterusnya”. Pada kesempatan itu Pangarmabar antara lain menyampaikan pandangannya tentang UU RI Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Transnational Organized Crime (Konvensi PBB Menentang Tindak Pidana Transnasional Yang Terorganisasi).

Menurut Pangarmabar, di tingkat global, instabilitas dan konflik di berbagai penjuru dunia menimbulkan dampak pada keamanan maritim berupa peningkatan aktivitas kriminal di laut, seperti pembajakan dan perompakan di laut, imigrasi ilegal, dan kegiatan terorisme oleh aktor nonnegara yang memperluas kegiatannya di lingkungan maritim.

Pangarmabar juga mengatakan, perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menimbulkan bentuk kejahatan yang mengancam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan keamanan maupun perdamaian dunia. Hal itu ditandai dengan mudahnya lalu lintas manusia dari suatu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain, yang juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Sementara itu, Transnational Organized Crime (TOC) aspek maritim antara lain penyelundupan narkoba, penyelundupan migran dan perdagangan manusia, penyelundupan barang, iliegal fishing serta TOC piracy dan sea robbery.

(Kamal/Dispenarmabar)

loading...