PB—Purworejo Dalam dimulainya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio di Kabupaten Purworejo, Selasa (08/03/2016) bertempat di Kelurahan Baledonom, Purworejo. Yang dihadirioleh wakil bupati Purworejo Yuli Hastuti SH didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr.Kuswantoro, M.Kes; Staf  Ahli Bupati, drg. Nancy Megawati, M.M; Kabag Kesra Drs. Bambang Sadyo Hastono, M.H; Camat Purworejo, Drs. Edy Novianto; Ketua TP PKK Ny. Fatimah Agus Bastian; dan Kalur dan Kades se-Kecamatan Purworejo.

IMG-20160308-WA0000Dalam sambutannyaYuli Hastuti mengatakan, upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit polio telah dilakukan melalui gerakan imunisasi polio dan ditindaklanjuti dengan kegiatan surveilans epidemiologi secara aktif. Program PIN polio yang sudah dilaksanakan secara massal selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, terbukti efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut. Sehingga masyarakat hendaknya tidak lalai dan tidak berhenti memberikan imunisasi kepada anak, sesuai dengan tahapan yang dianjurkan pemerintah,Lebih lanjut Wabup, mengatakan tidak dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang merasa khawatir apabila anaknya diimunisasi, karena anaknya akan sakit setelah diimunisasi. Pemahaman dan pengetahuan mengenai hal inilah yang harus disampaikan kepada masyarakat, sehingga rasa khawatir seperti itu tidak terjadi dan masyarakat mau dengan senang hari membawa anaknya untuk diimunisasi.dipos-pos yang telah ditentukan.

“Selain murah, imunisasi juga efektif untuk mencegah merebaknya penyakit polio, sehingga sudah seharusnya seluruh komponen masyarakat bekerjasama dan mendukung rogram PIN ini,” katanya.menjelaskan.

IMG-20160308-WA0002Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Kuswantoro, M.Kes, mengatakan sasaran PIN polio di Kabupaten Purworejo berdasarkan data terbaru 48.590 balita. Untuk tenaga pelaksana sebanyak 459 orang terdiri bidan, perawat dan dokter serta melibatkan 3.100 kader kesehatan. Ketersedian vaksin polio sebanyak 3.100 vial/ 62.000 dosis, dan mencukupi untuk melayani balita di Purworejo. Dengan harapan semua balita dapat terlayani imunisasi polio.

“Kalau ada yang belum mau megimunisasikan anaknya, kami akan lakukan pendekatan. Sehingga semua balita bisa terimunisasi polio. Tentunya setelah tanggal 15 Maret nanti, kami akan melakukan sweeping pada Pos PIN yang belum mencapai target,” harap Kuswantoro yang didampingi Kabid Pengendaian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Drg.Dwitya Suprijono.

IMG-20160308-WA0001Ditambahkan Dwitya Suprijono,  jumlah Pos PIN di Kabupaten Purworejo menacapi 1.215 Pos yang tersebar di 16 kecamatan di 494 desa. Pelaksanaan PIN bertujuan untuk mengurangi resiko penularan terhadap importasi virus polio. Juga untuk memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan.

Pada kesempatan itu Kuswantoro mengklarifikasi terkait beredarnya gambar bungkus vaksin polio yang beredar di medsos bertuliskan ‘pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi’ itu adalah vaksin polio suntik dari sanofi Pasteur Prancis.

”Sedangkan yang digunakan pada PIN saat ini adalah vaksin tetes produk dari PT Biofarma Bandung.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di seluruhIndonesia, termasuk PIN Polio 2016 sebagaimana tercantum dalam Fatwa MUI nomor 4/2016 tertanggal 23 Januari 2016 tentang imunisasi,”olrh sebab itu harus disyukuri atas di laksanakannya program ini, pungkasnya. (Rasikun)

loading...