PB, Kendari – TNI selalu netral dalam setiap pelaksanaan Pilkada, termasuk dalam pelaksanaan Pilkada Muna.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapenrem 143/HO Mayor Inf. Azwar Dinata, SH kepada pembawaberita.com di ruang kerjanya (10/3).

“Saat ini TNI masih dalam koridornya, tidak bisa dilibatkan dan melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis” ujar Azwar.

Penegasan Kapenrem 143/HO dalam rangka menjawab tudingan dari salah seorang Komisioner KPUD Muna Rahmat Andang Jaya pada salah satu media lokal di daerah ini yang  menyatakan Dandim 1416/Muna  mengintervensi pihaknya untuk menyelenggarakan Pemilihan Ulang.

“Dandim 1416/Muna tidak pernah mengintervensi KPUD Muna untuk menyelenggarakan pilkda ulang karena bukan wewenang  kami untuk memerintahkan KPU” jelas Azwar.

Mantan Kasdim 1417/Kendari ini menambahkan kehadiran TNI pada setiap perhelatan Pilkada adalah sebagai bentuk bantuan pengamanan yang telah dikoordinasikan dengan semua pemangku kepentingan untuk menjaga kondusifitas dan menciptakan rasa aman dan nyaman  bagi masyarakat.

“Semua itu merupakan bentuk dukungan untuk pelaksanaan pesta demokrasi dengan cara memberikan bantuan pengamanan” katanya lagi. Azwar juga mengatakan kepindahan  mantan Dandim 1416/Muna Letkol Inf. Meyer Adwin Sianturi, S.Sos ke Kodam VII/Wirabuana sebagai Wairdam (Wakil Inspektur Kodam) beberapa waktu lalu  bukanlah sebagai sanksi seperti yang diberitakan.

” Itu dalam rangka promosi jabatan  dan sudah menjadi tradisi dalam suatu organisasi untuk penyegaran” jelas Azwar.

Sebagaimana diketahui Rahmat Andang Jaya  menyudutkan TNI khususnya jajaran Korem 143/HO dalam kesaksiaanya pada saat dirinya bersama empat komisioner lainnya dalam menjalani sidang Kode Etik DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) pada Hari Selasa (8/3) lalu di Kantor KPUD Provinsi Sultra.

(Enel-Sultra)

loading...