PB, Kendari : Batalyon Infanteri 725/Woroagi yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL menargetkan akan memvaksin polio delapan ribu anak balita di perbatasan. “Targetnya akan divaksin sekitar delapan ribu anak” ujar Komandan Yonif 725/Woroagi Mayor Inf. Norman Syahreda, SE. kepada pembawaberita.com melalui telepon selulernya (11/3).

Dikatakannya sejak pelaksanaan PIN tanggal 8 Maret lalu,  pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Belu NTT  telah melakukan imunisasi terhadap sekitar enam ribu balita.

Danyonif 725” Sudah sekitar enam ribu yang divaksin polio dan kebanyakan anak usia dini” ujar Norman yang juga Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL.

Norman juga menambahkan untuk melayani seluruh anak balita di sepanjang perbatasan khususnya di Sektor Timur, Atambua Kabupaten Belu, pihaknya menyiapkan seluruh pos pamtas untuk dijadikan posko pelaksanaan PIN. “Di seluruh pos kami yang berjumlah dua puluh pos, kami siapkan sebagai posko pelaksanaan PIN” ujarnya lagi.

Kata dia  berdasarkan analisa para ahli  Negara Indonesia masih sangat berpotensi menjadi tempat terjadinya penularan virus polio dari negara lain. “Karena di sini daerah perbatasan dengan negara lain, maka daerah ini harus steril dari virus itu (Polio red)” pungkas orang nomor satu di jajaran Yonif 725/Woroagi itu. (Enel-Sultra)

loading...