PB-Purworejo  – Sedikitnya tujuh ribu meter persegi lahan tidur di desa Sudorogo Kecamatan  aligesing Purworejo diolah menjadi lahan produktif dengan ditanami tanaman jagung, Kamis (10/3). Pengolahan lahan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo.

Secara simbolis, penanaman jagung di lahan tidur tersebut dilakukan oleh Dandim 0708 Purworejo Letnan Kolonel Czi Tommy Arief Susanto S.I.P yang diwakili Kasdim 0708 Purworejo Mayor Inf Restito, Danramil 03 Kaligesing, Camat, Petugas Penyuluh Lapangan serta perangkat desa serta Gapoktan desa setempat. Penanaman jagung perdana tersebut juga dimeriahkan dengan kesenian jaran kepang desa Sudorogo.

IMG-20160313-WA0001“Pengolahan lahan tidur di Desa Sudorogo ini kami realisasikan guna memberikan contoh kepada desa-desa lain khususnya di Kecamatan Kaligesing agar tidak menyia-nyiakan lahan yang ada. Lahan yang selama ini kurang bermanfaat karena berisi tanaman-tanaman yang tidak produktif harus segera diolah,” terang Danramil 03, Kapten Inf Sutopo.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya kegiatan pengolahan lahan ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kaligesing. Pasalnya, lahan-lahan potensial untuk menananam tanaman pangan masih banyak yang belum digarap.

“Setidaknya ada tiga hal yang kami inginkan dalam program ini diantaranya, terwujudnya ketahanan pangan, peningkatan ekonomi warga masyarakat setempat serta optimalisasi lahan-lahan tidur yang selama ini tidak diolah agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya.

IMG-20160313-WA0000Sutopo menambahkan, jenis jagung yang ditanam di area lahan itu adalah Hibrida BC-18 sebanyak 10 kilogram. “Dari mulai persiapan lahan hingga panennya nanti akan terus kami dampingi. Kelemahannya adalah sulitnya sumber air. Maka waktu penghujan yang tinggal sedikit ini kami manfaatkan betul untuk melakukan penanaman,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kaligesing Bambang Budi Prasetyo menyambut baik inisiatif dari tentara yang dapat direalisasikan bersama jajaran Muspika dan masyarakat setempat. Menurunnya, lahan tidur seperti di Desa Sudorogo tersebut adalah sample dari kondisi alam di wilayah Kaligesing.

“Bahkan prosentasi tanah yang tidur dengan yang tergarap untuk saat ini jauh lebih banyak yang belum tergarap dengan baik. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus motifasi bagi kita bersama untuk terus mengerjakan hal serupa dan meluas hingga 21 Desa di Kaligesing,” katanya.

Camat Kaligesing berpesan agar Gapoktan yang bersama tentara yang akan mengelola tanaman-tanaman pada lahan tidur itu untuk tidak patah semangat. Pasalnya, untuk menghasilkan hasil yang bagus tentu tidak hanya sekali proses penanaman selesai.

“Jika tanaman pertama atau kedua pada lahan ini belum berhasil, jangan kemudian selesai. Harus terus dilanjutkan karena seluruhnya butuh proses agar betul-betul menjadi lahan produktif yang dapat menyangga ketahanan pangan di Kaligesing ini,” katanya.menjelaskan kepada awak media, mudah-mudahan program ini dapat berjalan sesuai harapan kami pungkasnya. (Rasikun)

loading...