PB, Jakarta – Perang di media sosial rupanya sudah mulai berlangsung, banyaknya akun-akun baru bermunculan dengan jumlah pengikut yang hanya di bawah 50-an ditengarai adalah akun milik pasukan cyber yang dulunya mendukung Jokowi-Ahok dalam pemilihan Gubernur Jakarta lalu.

Kali ini akun-akun “bayaran” mulai melancarkan serangan, bahkan calon yang dianggap kuat untuk menghadang langkah Ahok dalam pilgub 2017 nanti mulai angkat senjata.

Yusril Ihza Mahendra yang sampai saat ini selalu berusaha bersikap santai menghadapi serbuan pasukan cyber tersebut.

Bahkan sebuah gambar yang di posting langsung kepada Yusril melalui akunnya @YusrilIhza_MHD dengan dua gambar yang berbeda.

Dalam gambar disisi lainnya, menyinggung persoalan ketika Yusril menjadi pengacara beberapa kasus korupsi, sementara di sisi lainnya, mengcapture sebuah berita, dimana judulnya ketika Ahok mengakui jika ingin memberantas korupsi.

” Haha udah ketinggalan jaman boss maen isyu dan rumors di medsos. Malu ah! kedepankan etika donk hehe. Simpatik,” balas Yusril santun.

Menurut Heikal Safar, Sekjend Partai Priboemi, Yusril adalah seorang Pengacara profesional, bukan pengacara yang semaunya, persoalan membela beberapa nama yang tersangkut kasus korupsi, karena diminta dan sebagai pengacara itu adalah tugas mereka.

“Demi Jakarta yang lebih baik, lebih beretika, lebih berbudaya dan sopan serta jujur dan tidak korup, lebih baik kita berikan kepada orang yang memang lebih baik dari Ahok yang mengaku jujur, namun terungkap selalu berbohong bahkan korup,” ujar Heikal

Bahkan para pendukung Ahok malah mempertanyakan jika Yusril sudah pernah membaca UU tentang advokat, ” Menjadi pengacara dan Pakar Hukum Tata Negara, masih juga menanyakan apakah Yusril sudah baca buku UU Advokat ?” Ujar Heikal Tertawa, dan menganggap jika pendukung Ahok sudah hilang logikanya.

(Jall)

loading...