PB, Jakarta – Seperti yang kami beritakan sebelumnya, terkait dengan beberapa kantor yang dimiliki oleh etnis Tionghoa memaksa anak buahnya/pegawai mengumpulkan KTP dan diserahkan kepada TemanAhok untuk persiapan calon independen.

( http://pembawaberita.com/2016/03/10/perusahaan-milik-warga-keturunan-paksa-pegawai-kumpul-ktp-untuk-dukung-ahok.html )

Dan keseriusan para etnis Tionghoa ini ternyata mulai menjalar ke seluruh pabrik di daerah pergudangan di wilayah pergudangan Kedaung Nomor 8A Kapuk, Jakarta.

Sebuah akun milik @Nayay_Yan mengunggah foto lembaran milik Teman Ahok yang disebarkan oleh atasannya yang berasala dari etnis Tionghoa.

Mereka mendapatkan formulir disertai dengan ancaman jika Ahok kembali terpilih, maka mereka yang tidak mengisi dan menyerahkan KTP DKI akan dikeluarkan dari DKI.

“Para etnis Tionghoa jangan memprovokasi bawahan mereka, jangan sampai warga masyarakat marah dan balik mengusir mereka dari Jakarta, memangnya mereka pikir Jakarta milik etnis Tionghoa ?” Ujar Heikal Safar Sekjen Partai Priboemi kesal.

Menurut Ketua Umum Karyawan Filem dan Televisi Infonesia, Febryan Adhitya yang juga bersedia masuk dalam buras pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, sebenarnya Teman Ahok saat ini sudah kehilangan akal sehat mereka.

“Mengaku sudah kumpulkan 700 ribu lebih KTP, hanya karena persoalan ganti wakil, jumlah KTP malah menyusut menjadi 27 ribuan, kemana KTP yang 600 ribu lebih itu ?” Ujarnya heran.

Bahkan Febryan mulai curiga jika Teman Ahok hanya memprovokasi masyarakat, agar terdengar hebat, padahal isinya kosong.

(Jall)

loading...