PB, Wakatobi – Bendahara Kantor Departemen Agama (Kandepag) Wakatobi diduga telah mengumpulkan sejumlah uang untuk  kekurangan anggaran saat kedatangan Menteri Agama ke Wakatobi bulan lalu.

Upeti yang kurang lebih sama dengan pungutan liar (Pungli) tersebut dikumpulkan dari sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) dan sekolah Madrasah yang tersebar di seluruh Kabupaten Wakatobi.

Berdasarkan penulusuran pembawaberita.com, Kandepag Wakatobi, H. Jamarudin S.PdI. memberikan petunjuk kepada bendaharanya untuk mengumpulkan uang.

Dengan besaran bervariasi yakni untuk Madrasah Swasta Rp 150 ribu per sekolah, Madrasah Negeri Rp 300 ribu rupiah sedangkan untuk KUA yang tersebar di Kabupaten Wakatobi di patok sebanyak Rp 500 ribu rupiah.

“Kami sudah membayar Rp 150 ribu rupiah kepada bendahara Depag Wakatobi sesuai petunjuk Kandepag, uang itu katanya untuk biaya kunjungan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin, beberapa waktu lalu di Wakatobi,” kata salah seorang pimpinan madrasah swasta yang tidak ingin disebutkan namanya kepada awak media ini.

Sementara itu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (11/3), Kandepag Wakatobi, H Jamaruddin SPd.I membantah dirinya telah melakukan pungutan liar.

Menurutnya hal tersebut bukan pungutan liar tapi kesukarelaan saja dari para kepala KUA dan Madrasah.

“Sebenarnya bukan pengutan liar, ini hanya partisipasi teman-teman, yang mau berpartisipasi  dalam kedatangan pak Menteri Agama, jadi yang berpartisipasi itu bukan dalam unsur paksaan tetapi sukarela dan yang mau saja.” ucap Kandepag Wakatobi Kamis.

Kendati demikian, dirinya tidak memungkiri hal tersebut menjadi bumerang bagi dirinya karena uang tersebut tidak jelas peruntukannya.

“Ia saya tahu, tapi itu kan saya tidak paksa, ini hanya kesukarelaan mereka saja.” akunya.

Pantauan media ini, Jamarudin telah menghubungi para bawahannya untuk mengantikan uang yang telah dikumpulkan.

“Saya sudah menghubungi mereka agar datang di kantor supaya uang yang telah diserahkan kebendahara itu dikembalikan.” pungkasnya.

(Amran)

loading...