PB, Jakarta – Setelah menjalani pemeriksaan, Selasa (12/4) hingga 12 jam lamanya, akhirnya Ahok keluar dari gedung KPK, terlihat Ahok sedikit tegang dan pucat.

Dari keterangan yang diberikan kepada wartawan Ahok bersikeras tetap menyalahkan BPK terkait dengan hasil pemeriksaan yang mereka lakukan.

Jika diawal sebelum masuk menghadapi pemeriksaan Ahok sempat mengatakan jika hasil pemeriksaan BPK ngaco, demikian pula ketika keluar Ahok masih bertahan dengan maksudnya.

“(Pemeriksaan) BPK menyembunyikan kebenaran, BPK meminta kita melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan,” ujar Ahok.

Ahok tetap bertahan, bahkan menuduh jika BPK menyembunyikan kebenaran, dengan cara BPK menyuruh untuk membatalkan pembelian tanah Sumber Waras.

Alasan Ahok tidak mau membatalkan pembelian itu jika pembeliannya dengan cara tunai, jika dijual balik apakah pihak Sumber Waras mau membeli kembali dengan harga baru bukan dengan harga yang dibeli oleh Pemprov.

Bastian P. Simanjuntak justru heran dengan pernyataan Ahok yang tetap memaksakan diri membeli tanah Sumber Waras dengan harga NJOP yang sudah dinaikkan tiba-tiba oleh Pemprov.

“BPK sudah memberikan saran untuk membatalkan pembelian, karena BPK tahu jika diteruskan akan ada tindakan melanggar hukum,” ujar Bastian.

Bastian merasa jika Ahok memang sengaja ingin mencari keuntungan dari perbedaan hasil NJOP versi Pemprov yang dipaksakan naik, maka wajarlah dia tetap memaksakan diri untuk membeli.

Sementara terkait dengan hasil pemeriksaan, Ahok tidak mau memberikan keterangan, dan meminta agar menanyakan langsung kepada KPK.

Menurut Bastian hasil pemeriksaan KPK soal keterangan Ahok yang dibandingkan dengan pemeriksaan BPK, terlihat jika Ahok tersudut.

“Saya yakin Ahok tersudut, karena bukti dan data yang diserahkan BPK jelas, sementara Ahok cuma memberikan keterangan versi yang dia ingat,” ujar Bastian.

(Jall)

loading...