PB, Kendari : Dalam rangka meningkatkan sinergitas pengawalan wilayah perbatasan RI-RDTL (Timor Leste),  Dansatgas Pamtas Yonif 725/Woroagi  Letkol Infanteri Nurman Syahreda, SE menghadiri acara  Coffee Morning bersama Forkompinda Plus Belu. Acara yang digelar pada hari Selasa (12/4/2016) di Mapolres Belu tersebut membahas persoalan hukum yang aktual yang butuh penanganan bersama secara komprehensif. “Yang hadir dalam Coffe Morning tersebut adalah Kapolres Belu, Kasdim 1605/Belu, Kepala Kejaksaaan Negeri Atambua, Kepala Imingrasi, Kepala Bea Cukai, Anggota DPRD Kab. Belu, Konsulat Timor Leste untuk Atambua NTT, Kepala SKPD Kab. Belu, Waka Polres Belu, Para perwira Polres Belu, Kapolsek Jajaran Polres Belu, serta Kanit Sat Reskrim Polres Belu” ujar Dansatgas pamtas Yonif 725/Woroagi dalam release yang diterima pembawaberita.com Kamis (14/4/2016).    Dikatakannya bahwa pengamanan yang dilakukan TNI khususnya di wilayah perbatasan, terus dilakukan dengan upaya preventif (pencegahan) dan juga penindakan hukum sesuai dengan prosedur serta koordinasi dengan aparat Kepolisian dalam hal ini Polres Belu, Bea Cukai dan Imigrasi. Upaya preventif yang dilakukan yakni dengan menghimbau masyarakat di wilayah perbatasan untuk selalu meninggalkan masalah yang berkaitan dengan penyelundupan kendaraan bermotor. Hal ini perlu kita tingkatkan lagi agar memperkecil kebocoran keuangan negara” kata Dansatgas Yonif 725/Woroagi.

IMG_20160414_133129Senada dengan itu Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha, SH,MH saat membuka acara ini menyampaikan bahwa tujuan digelarnya acara ini untuk mempererat kerja sama & meningkatkan sinergitas sesama aparat penegak hukum. Kapolres juga mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin baik selama ini dalam mengamankan wilayah perbatasan, khususnya terhadap masalah penyelundupan. Pihaknya  berharap, sinergitas  sesama penegak hukum di lapangan terus terjalin dengan baik karena menurutnya berkat kerja sama dengan  aparat TNI, Bea Cukai & Imigrasi yang ada di perbatasan penyelundupan BBM, ribuan botol minuman keras jenis habok, maupun kendaraan bermotor dapat diungkap.

IMG_20160414_133210Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Atambua R. Medellu, saat memberikan sambutan mengatakan bahwa penanganan perkara masalah penyelundupan selama ini berjalan dengan baik, namun terkait dengan penyidikan, kedepan diharapkan komunikasi dan koordinasi antara penyidik & Kepolisian perlu ditingkatkan untuk menyatukan persepsi. ” Penanganan masalah seperti penyelundupan mobil & kayu sudah berjalan dengan baik namun terkait dengan BBM dan minuman keras, sedikit repot karena barang bukti tersebut akan menyusut. Jadi untuk kedepan, kalau bisa dimusnahkan ya dimusnahkan sesuai prosedur atau bisa dilelang ya dilelang dan uang itu dijadikan sebagai barang bukti dan kita cukup menyediakan contohnya. Untuk penanganan perkara, misalnya ada perkara yang bolak balik, sebaiknya kita telaah, kita komunikasi dan bila perlu kita bersama lakukan gelar perkara supaya bisa tahu dimana kekurangannya” jelas Kajari Atambua. (Enel-Sultra)

loading...