PB, Laworo : Pelayanan Kesehatan di beberapa Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Kabupaten Muna Barat tidak optimal. Hal ini disebabkan kurangnya tenaga kesehatan yang melayani masyarakat di setiap puskesmas yang tersebar di Kabupaten yang baru saja memisahkan diri dari Kabupaten Muna tersebut.

Penelusuran media ini saat bertandang di empat Puskesmas pekan lalu (10/4/2016), tidak didapatkan puskesmas yang melayani warga hingga sore hari. Bahkan beberapa Puskesmas terkesan tidak terurus nampak semrawut dan tidak mencerminkan sebagai sarana Kesehatan.  Salah satu Warga yang berdomisili di Sekitar Puskesmas Wadaga  Kecamatan Wadaga kepada Media ini  mengatakan Puskesmas Wadaga tidak Melayani warga sore hari meskipun saat itu waktu baru menunjukan pukul 15.00 Wita. “Ibu Kepala Puskesmas tinggal di Kelurahan Wamelai sekitar 5 Km dari sini pak. Kalau mau butuh obat pak ada bidan di Lindo jaraknya 2 Kilometer dari sini” ujar warga yang tidak ingin dipublish namanya tersebut.

Begitupula di Puskesmas Lawa, media ini mendapatkan salah satu ruangan nyaris terbuka tetapi tidak satupun pegawai yang beraktifitas di Puskesmas yang konon pelayanannya 24 jam tersebut. “Tidak ada pegawai honor di sini pak, sudah tidak ingin bekerja di sini karena mereka tidak digaji” ujar salah satu bidan yang ditemui pembawaberita.com dan tidak ingin dipublish namanya itu. Dia juga mengatakan sebelumnya pegawai honorer di Puskesmas tersebut mencapai puluhan orang. Saat Media ini mempertanyakan ketersediaan obat, dirinya menampik kalau Puskesmas tersebut kekurangan obat. “Sudah ada obatnya pak. Sudah ada sejak lima hari lalu disemua Puskesmas”. Namun dirinya tidak manyangkali kalau Puskesmas di Kecamatan Lawa tempat dia bekerja tersebut pernah kekurangan obat.

Saat Media ini berkunjung ke Puskesmas Wuna Kecamatan Sawerigadi, juga tidak didapatkan aktifitas di Puskesmas tersebut. Tidak mendapatkan pelayanan di Puskesmas tersebut akhirnya media ini menuju Puskesmas Guali di Kecamatan Kusambi. Nampak puskesmas terbesar di Kecamatan Kusambi itu tidak terbuka meskipun masih ada  pasien yang datang ke puskesmas tersebut. akhirnya menuju salah satu rumah pegawai puskesmas yang tinggal di Kompleks Puskesmas tersebut. Oleh pegawai puskesmas yang berjumlah dua orang saat itu,  warga dan media  ini mendapatkan pelayanan. “Obatnya ada pak, dan di sini melayani pasien rawat inap” ungkap petugas tersebut.

Untuk diketahui dari sumber kami yang tidak ingin dipublish namanya  beredar informasi bahwa di Kabupaten  Muna Barat kekurangan obat. Dikatakannya  obat-obat yang ada di Muna Barat saat ini  adalah obat yang dipinjam dari Kabupaten Muna. “Bagaimana mau ada obat kalau PPKnya sibuk dengan urusan lain” ujar sumber tersebut.

 Sampai berita ini dinaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat La Ode Mahajaya belum berhasil dikonfirmasi. (Tim PB Sultra.)

loading...