PB, Jakarta – Arogansi seorang yang mengenakan seragam dari pemerintah saat ini menjadi sorotan, bagaimana tidak, dengan label “petugas”, dia merasa berhak untuk melakukan tindakan secara keji.

Bahkan si petugas balik menantang para pengendara lainnya, yang mencoba melerai, karena kasihan melihat korban harus diperlakukan secara kasar, ketika kepalanya dibenturkan ke bemper mobil petugas.

Kejadian yang di share melalui akun instagram milik Shendy rupanya membuat warga Jakarta khususnya melalui sosial media langsung mendapat mengkritik dan menghujat si petugas Dishub yang arogan dan tidak sedikit pula yang menyebarkan melalui sosial media lainnya.

Kejadian yang terjadi di jalan raya Kasablanka, tepat di depan Mall Kota Kasablanka, Rabu (13/4) sekitar pukul 06.00 wib (sesuai dengan waktu yang ditunjukkan dalam akun milik Shendy).

Ketika sbuah kendaraan secara tiba-tiba melakukan rem mendadak, namun sialnya sebuah kendaraan sedan milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan Nomor Polisi (Dishub) B 8566 WU, terkena bagian belakangnya.

Tidak terima dengan kejadian, tiga petugas perhubungan langsung menghampiri si pengendera, walaupun berulang kali meminta maaf karena tidak sengaja, namun si petugas arogan tadi malah menyeret si pemilik kendaraan.

” Ada org ngerem mendadak gak sengaja nabrak mobil petugas dishub. Orgnya udh mnt2 (minta) maaf dan ampun tp (tapi) malah dikeroyok sm 3 petugas dishub. Sampe kepalanya bpk ini dijedot2in ke bemper mobil. Org yg mau misahin malah dipukul dan teriak2, ” gue petugas ! Lo diam aja gue petugas,” tulis Shendy di akun instagramnya.

Rupanya kekesalan Shendy tidak berhenti disitu saja, kekesalannya ini dia tumpahkan kepada pemerintah, dengan menulis dalam bahasa Inggris, “WHAT THE F**K INDONESIA !!! mentang2 petugas dimana rasa kemanusiaanmu ?? Orgnya udh mnt maaf msh aja digebukin rame, (smiley marah),” kesal Shendy.

Ditengarai si supir tidak berani melawan karena para petugas selain lebih banyak, juga dari postur mereka berbeda jauh dengan si supir yang berbadan kecil, dibandingkan petugas yang terlihat kekar.

Menurut Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute si petugas bisa dilaporkan ke pihak berwajib karena penganiayaan yang dilakukan, “ini sudah melanggar hukum, ini penganiayaan laporkan saja ke polisi,” ujar Dullah geram. Apalagi ada bukti foto dan si korban bisa meminta visum dari dokter sebagai bukti.

(Jall)

loading...