PB, Kendari : Kabar umroh Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman, yang juga merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Konut tahap II dan tahap III tahun 2011 silam, nampaknya benar terjadi.

Pasalnya, Aswad Sulaiman yang rutin melakukan wajib lapor semingu sekali, atau perhari Kamis di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), pada, Kamis (14/4/2016) hari ini tidak terlihat akan kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Konut itu.

Saat ditemui awak media, Wakil Kepala (Waka) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Yunan Harijaka enggan berkomentar terkait isu keberangkatan tersangka Aswad Sulaiman ke Tanah Suci Mekkah. “Tanya ke Pidsus saja yah, semuanya sudah diserahkan ke mereka perkaranya. Kan waktu itu saya cuman ngomong sudah di ajukan pencekalannya” tuturnya

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejati Sultra, Raimel Jesaja melalui Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sultra, Muhammad Rizal mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui kabar rencana umroh yang dilakukan oleh Aswan Sulaiman.

“Saya tidak tahu kalau beliau akan umroh, tapi tidak tahu mungkin melalui Kasi Intel. Tidak pernah dapat kabar apa-apa dari imigrasi, kalau masalah pencekalan itu bukan domain kami, yang berhak itu imigrasi” Ujarnya

Sejak ditetapkannya sebagai tersangka dan di nyatakan wajib lapor, gerak Aswad seharusnya terbatasi. Pihak Kejati pun mengakui, jika dalam seminggu sekali tepatnya di hari Kamis, Aswad melakukan wajib lapor. Proses wajib lapor yang di jalaninya selama seminggu sekali pun, memang merupakan permintaan pihak Aswad.

“Kalau minggu kemarin beliau ada, tapi kalau minggu ini, sampai hari ini belum ada. Tidak akan lari, kan kemarin itu alasan dia tidak di tahan itu salah satunya karena adanya jaminan itu. Yah kalau pekan depan dia tidak datang lagi, maka kita akan sampaikan kalaun ada kewajiban wajib lapor” katanya (Nomilia)

loading...