PB, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias Zhong Wanxie alias Basuki Indra, saat ini ditengarai sudah mulai kebingungan dengan persoalan niatnya untuk mengikuti jalur independen.

Ahok yang semula muncul di Jakarta sebagai Wakil Gubernur mendampingi Jokowi atas rekomendasi Partai Gerindra.

Namun dalam perjalanannya ketika sudah duduk sebagai Wakil Gubernur, rupanya Ahok dengan percaya diri melakukan blunder dengan melakukan perseteruan dan keluar dari Gerindra.

Rupanya Ahok berjuang dengan mengandalkan popularitasnya, ketika akan maju sebagai Gubernur dalam pilkada berikutnya, Ahok berharap bisa mendapat dukungan secara independen.

Dan alasan tidak ingin menggunakan partai karena menganggap ada uang mahar yang harus dipakai untuk menggandeng partai, walaupun Ahok juga berharapa agar PDIP mau membantu dirinya.

PDIP bukannya tidak mau, tapi dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Ahok, selain mengusung kembali Djarot sebagai wakilnya, juga tidak menggunakan Teman Ahok.

Rupanya hal ini menjadi sebuah polemik, ketika Teman Ahok yang sesumbar jika sudah mengumpulkan KTP untuk Ahok sebanyak 700 ribu lebih, dan memaksa Ahok untuk mengganti calon pendampinya jika maju melalui jalur independen, akhirnya Ahok mengangkat Heru, kepala Bappeda DKI Jakarta.

Rupanya Ahok tetap tidak bisa meninggalkan PDIP, dalam sebuah acara peluncuran sebuah buku autobiografi Megawati yang ditulis oleh wartawan, Ahok tiba-tiba muncul dan langsung disindir Megawati.

Dan tidak cukup disitu, sebuah akun milik Paring Waluyo dengan nama @paringwaluyo menulis jika Ahok ternyata masih saja berusaha menghubungi Megawati.

” Katanya mau jalur independen. Konsisten dong hok ahok, ngapain tel telp bu mega terus. Gak dikasih waktu masih telp. Muka lu dimana ?” Tulis Paring Waluyo.

Bahkan Sobari Hong Junior, yang selalu mengeluarkan analisa akurat hingga 99 persen, melalui akunnya @Zumpio yakin jika apa yang ditulis oleh Paring Waluyo adalah info yang memang berasal dari dalam PDIP.

Darwis Sibua, salah satu pemuda Malut di Jakarta, malah mencurigai jika pernyataan Teman Ahoj yang mengakui jika saat ini jumlah KTP yang diklaim sudah memenuhi syarat, tidak benar.

“Acara syukuran di sekretariat Teman Ahok kemarin, sepertinya hanya akal-akalan, untuk menyikapi pemeriksaan KPK terhadap Ahok, saya malah curiga KTP belum cukup, dan kembali mengeluarkan alasan untuk mengumpulkan satu juta KTP,” ucap Darwis yakin.

Namun berbeda dengan pendapat Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute, menurutnya Ahok berusaha untuk bisa mempengaruhi Megawati agar bisa menyuruh kadernya berhenti ikut mengecam Ahok.

“Semua kader PDIP saat ini mulai menyerang Ahok, bahkan sampai Tjahjo (Kumolo, Mendagri) juga ikutan marah kepada Ahok,” ujar Dullah.

Terkait dengan penggusuran di Lokasi Pasar Ikan Luar Batang, menurut Abdullah sebuah kesalahan besar yang dilakukan Ahok, karena disitulah PDIP juga meraup suara terbanyak untuk wilayah DKI Jakarta.

Bahkan Dullah yakin jika Ahok saat ini memang sudah mulai sendirian, bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan statemen jika kasus Sumber Waras harus diselesaikan secara hukum, usai pertemuan dengan Kepala BPK.

(Jall)

loading...