JAKARTA Dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oknum pejabat perpakiran DKI Jakarta selaku manager perpakiran dan perijinan mulai terbuka lebar. Pasalnya, mantan jukir (juru parkir) ini memiliki ijazah SE, MM hanya dalam 1 tahun jadi.

Ijazah yang diperlihatkan oleh salah satu staft administrasi perpakiran DKI Jakarta, Jl.Perintis Pulo Mas Jakarta Timur tercatat bulan September tahun 2009  JP Buwono Meninta ijin kuliah Kepada SDM Perparkiran dan tahun Kemudian bulan Agustus tahun 2010 JP Buwono Telah Menyelesaikan Sekolah dan bergelar SE disandangnya. “ berani banget dia pake ijazah seperti itu, padahal selama ini tidak pernah ada dokumennya di kepegawaian kita. Dan yang berhak menyandang gelar, MM hanya ada 2 Orang di UPT Perparkiran yaitu KA UPT dan Pak Ivan Selaku HUMAS UPT Perparkiran” kata salah satu pejabat diperpakiran DKI yang tidak mau disebutkan namanya.

Mencuatnya nama JP Buwono juga disinggung soal Pembina parkiran 6444 dibilangan Jakarta barat. Ironisnya, ia berani memasang spanduk besar – besar dan tersebar diberbagai sudut Jakarta barat dengan bertulisan “JP BUWONO, SE. MM., Pembina 6444”.

Hal itulah yang menjadi pertanyaan besar ditubuh perpakiran DKI Jakarta. Ketika tim mengkonfirmasi ke Syswanto salah satu pejabat perpakiran DKI Jakarta, dirinya tidak mengetahui apa yang telah dilakukan JP buwono diluaran. “kalau memang ia melakukan itu diluar dari prosedur perpakiran kita, maka saya sendiri yang akan menindaknya.”ujar sys saat ditemui awak media diruang kerjanya beberapa pekan lalu.

imii000021-1Berbagai laporan juga sudah dilayangkan ketingkat gubernur DKI Jakarta, bahkan sudah dibicarakan ke tingkat mabes polri dan jatranras polda metro jaya.

Kisruh perbuatan JP Buwono terbongkar setelah terjadinya incident pengeroyokan Ws Laoli dikantor perpakiran DKI Jakarta dan menyeret mantan Kasatpel, Affandi Nofrisal beserta JP Buwono sebagai pelaku pengeroyokan. Kasus yang ditangani polres Jakarta timur pada beberapa bulan lalu sepertinya akan kembali bergetar. Atas instruksi kapolda metro jaya terdahulu, Irjen Pol Tito Karnavian perintahkan kapolres Jakarta timur segera layangkan berkas kasus pengeroyokan tersebut, hingga P21 yang telah dilayangkan ke kejari menyeret Affandi sebagai pelaku utama dan disebut-sebut JP Buwono sebagai pelaku yang membantu Affandi dengan memiting leher korban.

Unit Pengelola (UP) Perpakiran DKI Jakarta harus membenah diri dan memecat para pelaku tindak kekerasan maupun melakukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan koridor kepegawaian sesuai dengan janji Gubernur DKI Jakarta, “jika terbukti ada tindak kekerasan dan pelanggaran lainnya yang tidak sesuai dengan peraturan kepegawaian, maka akan saya PECAT…!!! Tegas Ahok saat ditemui awak media September 2015 lalu. (MONTY)

loading...