PB, Jakarta – Seorang Benny Mokalu bagi seorang ajudannya, bisa merasakan bagaimana Benny melakukan pendekatan kepada masyarakat, baik itu di sekitarnya, maupun lingkungan yang baru dikenalnya.

Kehadiran Benny Mokalu di Jumat Malam Gosip Politik, yang sering dilaksanakan di Wedang 2000 Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, rupanya membenarkan apa yang disampaikan oleh ajudannya.

Seorang pejabat yang hadir di sebuah acara, selalu maju tampil untuk menyemarakkan acara santai, biasanya di persilahkan terlebih dahulu.

Namun tidak bagi Benny, melihat ada sekelompok musik jalanan, Benny langsung maju dan membawajan lagu, dari Maluku “Sio Mama” dan tampak Benny larut dalam sedih, bahkan terlihat matanya sedikit memerah.

Rupanya Benny memilih lagu ini, karena beliau masih mengenang seorang jasa seorang ibu, ” Siapa yang tahu kenapa seorang ibu diberi penghargaan jika Surga Berada Di Bawah Telapak Kaki Seorang Ibu ?” Tanya Benny kepada hadirin yang hadir.

Dan beberapa jawaban yang meluncur, oleh Benny di apresiasi buat mereka, Benny baru saja berduka karena kehilangan seorang ibu yang banyak memberikannya inspirasi, hingga masuk ke sekolah Akabri Kepolisian.

Nanik S Deyang selaku pemilik acara, dengan tegas mengapresiasi kedatangan Benny, “saya cukup berterimakasih kepada Pak Ben walaupun yang datang selama ini, mereka yang hadir dalam rencana untuk menjadi Gubernur, tapi Pak Benny hadir untuk menjadi wakil,” ujar Nanik.

Bahkan Nanik yang terkenal tegas, mengakui keberanian Benny mau datang, “sebagai polisi aktif Bung Ben cukup berani datang, saya sendiri sedang mengkritik kepolisian terkait dengan penggusuran di Lokasi Pasar Ikan, saya ingin mendengar Bung Ben alasannya,” ujar Naniek.

Bahkan Nanik juga menanyakan kepada siapa Bung Ben akan berpasangan, untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.

Benny yang mendapat kesempatan berikut menceritakan pengalamannya dalam karir sejak kecil hingga masuk Akabri dan jabatan saat ini di Mabes Polri sebagai Sahlisosbud Kapolri.

Rupanya Benny selama menjadi pimpinan satuan, baik sebagai Kapolres maupun Kapolda, lebih banyak melakukan pendekatan secara persuasif, ini yang mengakibatkan Benny justru disukai oleh masyarakat, baik itu LSM setempat maupun perorangan.

“Saya lebih banyak melakukan kegiatan seperti ini (kegiatan bincang politik) bersama ormas ataupun wartawan, karena mereka lebih banyak tahu kondisi di lapangan,” ujar Benny yang dibenarkan oleh salah satu anggotanya yang sering ikut dalam kegiatan.

Terkait dengan pasangannya, Benny mengatakan jika dirinya akan mengajukan diri kepada pasangan yang diusung oleh partai Politik, “tapi kalau ditanyakan kesiapan, saya sudah siap,” ujar Benny tegas.

Terkait dengan hubungannya dengan tugas dalam mengenal para taipan Indonesia yang lebih dikenal sebagai Naga 9, Benny mengaku kenal, bahkan dia pernah memeriksa mereka sesuai dengan tugas jabatannya.

“Persoalan penggusuran, saya tidak bisa memberikan pernyataan, karena saya memiliki pimpinan selaku pengambil keputusan, karena saya berdiri dalam sebuah garis komando yang harus loyalitas, walaupun hati kami berkata lain,” ujarnya tegas.

Heikal Safar, selaku anggota dari Benny Mokalu Community (Bemoc), yang sempat diwawancarai, mengatakan Benny sendiri dalam setiap tugas sebagai Kapolda, baik di Bengkulu maupun di Bali sempat ditawarkan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah setempat, namun Benny menolak dengan halus, karena masih ingin berprestasi di Kepolisian.

(Jall)

loading...