PB BOGOR – Ironis, seorang Pejabat teras yang bertugas di Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) diduga memasuki hotel melati di kawasan Tajur, Kota Bogor dengan teman wanitanya yang tak lain seorang pekerja wiraswasta di perusahaan Sinar Mas RI.

Menurut informasi yang dihimpun Suararakyatmerdeka.com, LI yang merupakan seorang staf yang bertugas di Kejagung tersebut melakukan tindakan asusila saat jam kerja. Parahnya, LI memasuki hotel dengan teman perempuannya itu menggunakan kendaraan dinas yang bernopol B 1236 RFW jenis Toyota Avanza Veloz hitam.

Sebut saja, JS narasumber terpercaya membenarkan aksi kelakuan bejat staf kejagung itu. Awal mula, dirinya melihat kendaraan milik pemerintah itu keluar disalah satu hotel pada Jum’at sekira pukul 16.30 WIB sore, yang terdapat di bilangan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Selain itu, ketika JS menelusuri siapa yang mengemudikan kendaraan milik pemerintah tersebut diketahui LI dengan teman wanitanya yakni NA.

”Saya yakin itu kendaraan dinas milik Pemerintah pusat yang keluar dari hotel tersebut yang dikendarai oleh LI dengan diteman mesumnya yaitu NA. Setelah itu, saat saya menelusuri kedua pasangan mesum tersebut mereka sempat berhenti di Rest Area Sentul dengan makan bersama, setelahnya diperempuan itu diturunkan di pangkalan taksi bilangan Cibubur Junction, Jaktim,“ beber JS kepada suararakyatmerdeka.com, Sabtu (9/5/16) pagi.

IMG_0736-300x200JS mengatakan, dari aksi perbuatan asusila yang diindikasikan oleh staf Kejagung RI itu, diperparah dilakukan saat jam kerja LI tersebut.

”Didalam hotel itu diperkirakan LI melakukan mesum dengan teman wanita berkerudung tersebut saat jam tugas. Seharusnya kan, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekitar jam 16.30 WIB itu masih jam kerja atau baru pada pulang berdinas. Lantaran, jika dihitung LI dan NI keluar pada pukul itu berarti mereka memasuki hotel sekira pukul 13.30 atau 14.30 WIB, berarti jelas dong LI sangat melanggar aturan dan mencederai profesi aparatur negara yakni PNS,“ tambahnya.

Lebih lanjut ia meminta, dengan dugaan aksi mesum saat jam kerja yang dilakukan LI itu, dimana pejabat atau instansi terkait dapat menindakan tegas PNS mesum tersebut.

”Bila perlu pecat saja, atau paling tidak diberikan sanksi tegas karena sudah sangat mencorang profesinya tersebut,“ harapnya.

Sementara itu, Ketika hal ini dikonfirmasi, LI mengelak dan tidak mengakui bahwa dirinya berada di hotel yang dimaksud. ”Saya tidak merasa berada dikamar hotel itu, dan saya memang sering diantar oleh mobil dinas, tapi saya tidak punya jatah kendaraan dari kantor, terang LI

Mengenai dirinya masuk hotel bersama dengan NI itupun tidak benar. ”Saya tidak kenal dengan NI dan saya tidak punya mobil plat merah, lacak saja dan tanya siapa yang menggunakan mobil itu,“ kilahnya.  (Sumber: SuaraRakyatMerdeka/Sahrul/Edd)

loading...