PB Jakarta : Kapuas Hulu, Kemendesa – Tingginya curah hujan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang sudah berlangsung sejak akhir Februari sampai bulan April, menyebabkan terjadinya luapan Sungai Kapuas. Luapan itu merendam ribuan rumah penduduk yang berada di pinggiran sungai, dan dihuni oleh hampir 20 ribu warga.

IMG-20160414-WA0030Hal itu dilaporkan oleh Ferry Syahminan, Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V kepada wartawan, Kamis (14/4). Ferry berada di lokasi, sehingga melihat langsung dampak luapan Sungai Kapuas tersebut. Hari Jumat (15/4) ini Ferry dijadwalkan kembali ke kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta.

IMG-20160414-WA0029Menurut Ferry, dampak luapan sungai itu mempengaruhi kehidupan 19.596 warga atau 5.137 kepala keluarga (KK), yang tinggal di rumah-rumah di pinggiran sungai. Dampak luapan sungai ini mencakup 10 kecamatan, antara lain: Bila, Embalu Hilir, Bunut Hilir, Jongko, Selimbau, Suhaid, Smemitau, Silat Hilir, Badau, dan Lanjak.

Pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan beras sebanyak lebih kurang 98 ton. Masing-masing jiwa memperoleh 5 kg beras.

IMG-20160414-WA0027“Sampai laporan ini dikirim, banjir belum surut, sementara persediaan logistik sudah habis. Maka Pemda membutuhkan bantuan logistik berupa sembako,” ujar Ferry. Saat ini Pemda sedang menyiapkan data pendukung, guna diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gubernur Kalimantan Barat.

IMG-20160414-WA0025“ Kemendesa PDTT sedang melakukan kegiatan identifikasi potensi bencana di daerah tertinggal yang masuk dalam kategori rawan bencana, pada tahun 2016 kementerian desa , PDTT melalui Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana juga melaksnakan fasilitasi pembangunan saran air bersih untuk 900 warga di Kecamatan Bunut Hilir, Desa Kembang. Selama kegiatan di Kabupaten Kapuas Hulu Kami diajak melihat langsung beberapa kecamatan dan desa yang terkena dampak banjir oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Bapak Abdul Halim, kami juga dapat berdialog dengan beberapa tokoh masyarakat dan anggota DPRD, semoga sinergitas ini dapat mengurangi risiko bencana yang ada di Kapuas Hulu.”tutur Ferry. (Hefrizal)

loading...