PB, Jakarta – Rupanya Ahok mulai kehilangan dukungan dari berbagai lini, jika dirinya sesumbar terkait dukungan selama ini dari Polda Metro Jaya ketika masih dipimpin oleh Tito Karnavian.

Sebelum pindah menjadi Kepala BNPPT, Tito memberikan dukungan secara terang-terangan kepada Ahok, bahkan Tito tidak takut memberikan pujian kepada Ahok di depan media.

Kali ini tidak terjadi kepada Irjend Polisi Moechgiyarto, ketika Ahok berencana untuk menghapus larangan Three In One di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan Sisingamangaraja, jalur cepat dan jalur lambat, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat, Jalan Merdeka Barat, Sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto, antara persimpangan Jalan Gerbang Pemuda ( Balai Sidang Senayan ) sampai dengan persimpangan Jalan HR. Rasuna Said – Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Rupanya tidak diluluskan oleh Moechgiyarto begitu saja, ditengarai karena ruas jalan yang dilalui oleh kendaraan roda empat tersebut memang terkenal dengan kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Ahok yang memang dikenal temperamental apabila keinginannya tidak terpenuhi, langsung saja menyudutkan Kapolda, kali ini Ahok menuduh jika Kapolda terlalu banyak kajian, karena memiliki latar belakang hukum.

Sementara Ahok membanggakan diri sebagai orang lapangan yang memiliki kesamaan dengan Tito Karnavian yang dianggap Ahok juga sebagai orang lapangan, yang biasanya mereka selalu main hantam dulu.

“Ahok ini sudah keterlaluan, seharusnya dia bisa menempatkan diri sebagai seorang Gubernur yang fleksibal,” ujar Bastian P. Simanjuntak, yang mendukung Kapolda terkait dengan melakukan kajian lebih dahulu, agar tidak terbentur dengan kondisi di lapangan.

Menurut Bastian Ahok sebaiknya Ahok undur diri saja dari sekarang, jika dia memang merasa tidak bisa bekerjasama dengan Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik sebulan lalu.

Sejak mulai uji coba menghilangkan aturan Three In One pada hari Selasa (5/4/2016) lalu kepadatan kendaraan di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan arah Semanggi.

Bahkan pihak Kepolisian lalu lintas terlihat kerepotan, dikarenakan penggunaan kendaraan pribadi naik tiga kali lipat, beda dengan ketika masih di berlakukan adanya Three In One.

Bahkan arus kendaraan pada sore hari menurut Riyan, warga Radio Dalam Jakarta Selatan, mengatakan saat ini arus kendaraan di jalan utama yang dulunya ada Three In One sudah semakin macet.

Salah satu penyewa jasa untuk Three In One, atau biasa disebut joki, mengatakan selama diberlakukan penghapusan dirinya sudah tidak bisa mendapatkan penghasilan tambahan, “Kok dihapus mas ? Selama ini kami sedikit bisa menambah penghasilan untuk beli susu anak mas,” ujar Ibu yang sedang duduk diam di pinggir jalan di seputaran Kuningan, Jakarta Pusat.

(Jall)

loading...