PB, Jakarta – Terkait dugaan kasus suap pembahasan dalam Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mencekal beberapa nama yang berstatus sebagai saksi.

Beberapa saksi, antara lain staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Sunny Tanuwidjaja dan Direktur Utama PT ASD Sugianto Kusuma telah diperiksa KPK. Demikian pula dengan Direktur PT Agung Sedayu Group (ASG) Richard Halim Kusuma, serta dua pegawai PT Agung Podomoro Land Tbk, bernama Geri dan Berlian.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengisyaratkan akan mengumumkan hasil pemeriksaan para saksi ini, pekan depan.

“Hasilnya sedang didalami terus, mudah-mudahan minggu depan,” kata Syarif di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Syarif memaparkan bahwa  yang menjadi perhatian dan didalami oleh penyelidik KPK yakni  hasil keterangan dari para saksi, dengan melihat keterlibatan dalam proses suap tersebut.

Diketahui sesaat lalu, lembaga antirasuah telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro.

Sanusi diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari PT APL terkait dengan pembahasan Raperda RWZP3K dan Raperda RTR Kawasan Pesisir Pantai Utara Jakarta oleh DPRD DKI. Dimana kedua raperda itu sudah tiga kali ditunda pembahasannya ditingkat rapat paripurna. (Beb)

loading...