PB Jakarta : Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan dua pelabuhan di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste yaitu Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu dan Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang pada Mei 2016 mendatang.

“Sesuai rencana pada Mei 2016 mendatang, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka meresmikan Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu dan Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Richard Djami kepada Antara di Kupang, Jumat.

Menurut dia, pelabuhan merupakan salah satu kunci dalam membangun suatu daerah, terlebih lagi bagi daerah yang berada di daerah-daerah terpencil seperti Atapupu dan Naikliu yang letaknya terdepan, tertinggal dan terisolasi di wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

“Memang harus diakui tanpa pelabuhan, potensi suatu daerah tidak akan dikenal dan menopang ekonomi masyarakat setempat karena tidak adanya kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang singgah di daerah itu.

Bahkan sebaliknya kata dia, harga-harga barang di daerah itu dapat menjadi tinggi karena belum adanya konektivitas.

Oleh karenanya, kata mantan Kepala Dinas Kominfo NTT itu, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan pentingnya tol laut, yakni membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dengan jadwal yang pasti dari Sabang sampai Merauke.

Ia menjelaskan Pelabuhan Atapupu yang terletak di bagian Utara Pulau Timor dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dibangun sejak tahun 1975 dengan menggunakan konstruksi kayu dengan luas pada waktu itu hanya mencapai 300 meter persegi.

“Dalam perkembangannya, pada tahun anggaran 1982-1983, Pelabuhan Atapupu diperluas menjadi 800 meter persegi dengan menggunakan konstruksi beton,” katanya. (IQP/end)

loading...