PB, Jakarta – Rupanya Sobari Hong Junior tidak pernah takut untuk mengungkapkan apa yang dia tahu, selama ini info yang masuk diklaim olehnya memiliki akurasi hingga 99 persen kebenarannya.

Dan kali ini Sobari, yang juga seorang Analis Politik bersertifikat, dan lulusan HBS Harvard, mengungkapkan jika saat ini mata uang Dollar Singapura sedang “berterbangan” di DPR RI terkait dengan pembahasan Tax Amnesty (Pengampunan Pajak), bagi penunggak pajak.

Sobari bahkan mengingatkan kepada Fadli Zon yang saat ini bisa dikatakan satu-satunya Anggota DPR RI yang sedang sibuk mengawasi langsung kasus Sumber Waras.

“Elu hati-hati sama amplop dollar Sing (Singapura) buat Tax Amnesty. Sudah dipantau @KPK_RI (akun resmi milik KPK),” tulis Sobari yang ditujukan kepada Fadli Zon.

Pengajuan RUU Tax Amnesty selama ini diketahui berasal dari pemerintah, namun Sobari mengungkapkan jika usulnya justru berasal dari para pengusaha.

“RUU yg ajukan pemerintah. Kalau yg usulin (Surya) Paloh, Tahir, (James) Riady sama Aguan,” tulis @Zumpio yang menjawab pertanyaan netizen yang menanyakan siapa yang mengajukan (RUU) Tax Amnesty.

@Zumpio bahkan menuliskan jika saat ini beberapa anggota DPR RI sudah menerima uang sogokan berupa Dollar Singapura, ” Kagak tau tapi sudah dipantau @KPK_RI. Kalau sampai di OTT (Operasi Tangkap Tangan) bikin malu lagi, jadi alasan Ahokers (pendukung Ahok). @fadlizon,” sebut Sobari kepada Fadli Zon agar tidak ikutan “terpeleset”

Tax Amnesty ini bagaikan buah simalakama, karena jika diterapkan maka, para pengemplang pajak, yang banyak berasal dari para pengusaha terbebas dari kewajiban membayar utang pajak mereka.

Dari laporan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, beberapa waktu lalu, jika ada 4.000 ribu perusahaan penanaman modal asing yang melakukan tunggakan pajak, namun Bambang enggan menyebut nama perusahaan dan jumlahnya.

Namun jika tidak diterapkan, pemerintah beralasan jika mereka bisa mengurangi para pengusaha untuk menaruh uangnya di luar negeri.

Saat ini kebanyakan para pengusaha dari Indonesia, terutama etnis Tionghoa menyimpan dana mereka di Singapura, dengan alasan pajak yang rendah.

“Dulu ketika masih ramainya pertambangan, semua transaksi yang berhubungan dengan pembeli dari Cina, pasti dilakukan di Singapura,” ujar Daeng Ran salah satu pengusaha dari pertambangan nikel.

Indonesia sendiri sudah pernah mencoba memberlakukan Tax Amnesty di jaman Presiden Soeharto namun hal tersebut gagal total, bahkan pemberlakuan Soft Tax Amnesty yang akan berakhir pada akhir tahun ini, juga tidak memberikan dampak yang signifikan, akhirnya pemerintah mencoba mengajukan Hard Tax Amnesty.

Sementara itu sebaiknya pemerintah Indonesia perlu melakukan pengkajian yang benar-benar bisa menguntungkan buat bangsa ini.

Dari penelusuran pembawaberita.com, ternyata Pemerintah Perancis bahkan dua kali melakukan Tax Amnesty namun gagal total.

(Jall)

loading...