PB, Kendari : Tim Gabungan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 725/Wrg, Pos Mootain dan petugas Bea dan Cukai Kabupaten Belu pada Kamis sore (5/5/2016), kembali berhasil menggagalkan  upaya penyelundupan BBM. BBM ilegal jenis minyak tanah  yang berjumlah 5600 liter tersebut rencananya akan diselundupkan ke Negara RDTL (Republik Demokrasi Timor Leste).

Kepada pembawaberita.com yang dihubungi melalui selulernya (6/5/2016) Komandan Yonif 725/Woroagi Letkol Inf. Nurman Syahreda, SE.  mengatakan penyelundupan  BBM sebanyak 5,6 Ton tersebut merupakan penyelundupan terbesar yang berhasil digagalkan oleh Satgas Yonif 725/Wrg selama 7 bulan terakhir.

photo_2016-05-06_15-29-50Kata dia sebelumnya pihaknya juga  telah berhasil menggagalkan penyelundupan 3,4 Ton BBM jenis premium dan minyak tanah. “Bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 23 april 2016  di pos yang sama, kami amankan juga  3,4 Ton BBM jenis minyak tanah dan bensin” ujar Nurman yang juga menjabat sebagai Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.

Sementara itu ditempat terpisah, Danrem 143/Halu Oleo, Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc ketika dikonfirmasi tentang keberhasilan Satgas Yonif 725/Wrg dalam menggagalkan upaya penyelundupan BBM sebanyak 5,6 Ton tersebut, kembali menyatakan rasa  bangganya kepada Satgas yang dipimpin Letkol Inf Nurman Sahreda itu.

“Saya bangga dengan semangat, militansi dan profesionalisme yang dimiliki pasukan Yonif 725/Wrg. Di akhir penugasan pun  mereka tetap konsisten menjalankan tugas negara” ujar Rido.  photo_2016-05-06_15-30-23

Lanjut Rido keberhasilan itu merupakan bukti eksistensi Batalion Infanteri 725/Woroagi sebagai pasukan pengaman perbatasaan.

Untuk diketahui Yonif 725/Woroagi merupakan batalion infanteri yang kendali operasinya langsung  di bawah Danrem 143/Haluoleo .Batalion Infanteri ini merupakan satu-satunya batalion infanteri di wilayah Sulawesi Tenggara dan  bermarkas di Boro-Boro Kabupaten Konawe Selatan.   Yonif 725/Woroagi  memiliki masing-masing satu Kompi pasukan di Kolaka dan satu Kompi pasukan  di Buton. (Enel-Sultra)

loading...