PB, Jakarta – Sejak digusurnya wilayah Pasar Ikan tanggal 11 April 2016 lalu, 2.000-an lebih keluarga mulai merasakan kesulitan soal ekonomi, mendapatkan tempat tinggal baru ternyata tidak menyelesaikan solusi mereka.

Terutama bagi keluarga yang menggantungkan hidup mereka melalui kios-kios di rumah, yang akhirnya harus merelakan pencaharian mereka mati sama sekali.

Di temoat barupun tidak bisa seketika mereka bisa melakukan kegiatan untuk membuka kios, apalagi dengan penyesuaian dan suasana lingkungan baru.

“Jelas saja berbeda, kalau kemarin ke kios atau warung beli sesuatu berjalan kaki walaupun berjarak 50 meter, tapi masih bisa dilakukan, ini mereka harus naik turun tangga,” ujar Yakub A. Arupalakka, petinggi Partai Priboemi.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah keluarga Ibu Darma yang harus menghadapi pihak Bank tempatnya meminjam dana, seperti yang di sampaikan Zeng Wei Jian melalui akun sosial medianya.

“Ahok memiskinkan 2 ribu orang warga Pasar Ikan. Salah satu contohnya, teman saya Ibu Darma. Sekarang dia dikejar-kejar bank setelah tidak mampu lagi bayar cicilan aguan. Setelah rumah dan toko hexagonal tempat dia dan suami berdagang ikan digusur Ahok, April 2016.”  tulis Zeng yang dikenal sangat tidak mendukung langkah Ahok sebagai Gubernur DKI memperlakukan warga miskin.

Bahkan Zeng juga merasa heran, jika memang seperti yang dikatakan oleh Ahok jika tanah tersebut tanah negara, lalu persyaratan untuk peminjaman menggunakan bukti apa.

“Aneh. Bukankah Ahok bilang Kampung Aquarium adalah tanah negara. Mengapa Bank menerima proposal kredit yang diajukan Darma. Sertifikat Jual-Beli ternyata dijadikan agunan. Bank menerima itu. Karena memang akta jual-beli merupakan salah satu bukti sertifikat berkekuatan hukum. Memang susah bila punya gubernur ngga ngerti hukum seperti Ahok.”

Saat ini banyak penghuni rumah susun yang mulai kembali ke lokasi pasar ikan, dan menempati tenda-tenda yang ditengarai milik ketua partai Gerindra Prabowo.

“Yang dianggap Ahok bukan musuh kalau sudah memuji dan menjilat (maaf) pant**nya dan mau di bikin seperti pembantu yang siap untuk berdiri dan dimaki-maki kalau sedang kesal,” ujar Yakub.

Bahkan Yakub memperkirakan ramainya beberapa akun milik pendukung Ahok yang berusaha untuk menjatuhkan Tempo di sosial media, melalui bukti utang Tempo di bank akibat ditengarai sedang bangkrut, itu dikarenakan Ahok sudah sangat marah.

“Saya tidak bisa membayangkan (pendukungnya) mereka dimaki seperti apa, sampai-sampai harus membuang harga diri dan lihat, akibatnya mereka malah balik diserang oleh warga netizen lainnya,” ujar Yakub yang merasa kasihan dengan pola pikir pendukung Ahok yang dia anggap tidak bisa berpikir logis.

(Jall)

loading...