PB, Bombana : Kapolres Bombana AKBP Hery Susanto mengatakan permasalahan lalu lintas  merupakan persoalan yang dinamis yang membutuhhkan penanganan yang komprehensif dan humanis sehingga akan timbul kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas.

Menurut Kapolres Bombana  untuk mewujudkan masyarakat tertib berlalu lintas, tidaklah  cukup dengan penegakan hukum. “Pelanggaran lalu lintas tidak akan hilang hanya dengan penindakan dengan memberiak tilang (bukti tilang red)” ujar Hery kepada pembawaberita.com via selulernya (31/5/2016).

Hery  Lanjut Hery tindakan pereventif dengan memberikan edukasi atau pendidikan masyarakat melalui pembagian brosur ataupun pemasangan spanduk untuk menanamkan sikap tertib berlalulintas diyakini jauh lebih efektif untuk menumbuh kembangkan tertib berlalulintas di masyarakat.

Untuk itu kata dia, untuk di Wilayah Hukum Polres Bombana dirinya terjun langsung untuk memberikan sosialisasi tertib berlalulintas. Melalui spanduk dan brosur yang dibagikan, pihaknya menekankan  6 hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Kata dia keenam hal tersebut adalah masyarakat harus memiliki SIM jika mengemudikan kendaraan bermotor  karena SIM adalah bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi dan memiliki ilmu  dan keterampilan yang baik dalam mengemudi kendaraan. “Kedua jangan memberikan kendaraan kepada orang atau anak anda yang belum cukup umur”  ujarnya.

13310333_10209732475578707_4424125124222988741_nSelain itu katanya agar dalam berlalulintas,  pengendara senantiasa menjaga jarak selamat dengan kendaraan di depannya. “Tidak jarang kecelakaan lalulintas terjadi karena kendaraan dibelakang menabrak kendaraan di depan olehnya itu jagalah jarak selamat” ujar orang nomor satui di jajaran Polres Bombana itu.

Hery juga mengatakan agar pengendara  kendaraan bermotor tidak mencopot atau menghilangkan kelengkapan kendaraan bermotornya. Ditambahkannya agar pengendara menggunakan pakaian atau kelengkapan yang standar  dan posisi  yang baik saat berkendara ataupun saat dibonceng. ” Hendaknya selalu menggunakan helm standar, jaket sarung tangan dan sepatu serta saat dibonceng tidak menghadap ke samping tetapi ke depan” ujarnya.

Sedangkan poin keenam kata dia agar pengendara mematuhi ketentuan tentang ukuran dan muatan kendaraan bermotor. “Mobil basrang itu dilarang untuk mengangkut orang kecuali pengerahan atau pelatihan TNI-Polri dan kepentingan lain berdasarkan pertimbangan Polri dan pemerintah daerah” jelas Hery. (Enel-Sultra)

loading...