PB, Jakarta – Rupanya berita terkait teman Ahok di Singapura menjadi melebar kemana-mana hingga akhirnya salah satu pegawai The Development Bank of Singapore (DBS) di Singapura atas nama Chandra Lie ikutan berkomentar dan menyalahkan pihak KBRI.

Postingan Chandra Lie di akun Facebooknya, menyebutkan jika sebenarnya pihak KBRI yang telah melaporkan ke pihak Imigrasi Singapura terkait dengan akan adanya kegiatan politik yang akan dilakukan oleh teman Ahok di Singapura.

“Kita maunya kbri singapura ngaku aja mereka yg ngadu n peringatin teman ahok supaya gak gelar acara. Pas teman ahok tetep dateng kbri ambil tindakan ngadu ke imigrasi SG (Singapura -red) supaya diblock jadi ketawan jelaz gitu siapa kawan siapa lawan,” tulis Chandra Lie.

Rupanya hal ini langsung mendapat reaksi dari neyizen atas postingan tuduhan tanpa bukti yang dilakukan oleh Chandra Lie, bahkan untuk memperkuat postingannya jika pihak KBRI memiliki beberapa perbuatan yang tidak mengenakkan bagi bangsa Indonesia.

Chandra Lie dalam sebuah postingannya mengatakan jika pihak KBRI pernah meminta uang kepada warga Indonesia yang ingin berobat di Singapura, namun lagi-lagi Chandra tidak bisa memberikan bukti laporan postingan tersebut, bahkan dari hasil penelusuran, terungkap jika postingan Chandra di akunnya justru telah dihapus.

Namun pihak KBRI menganggap serius soal tuduhan Chandra yang mengatakan jika KBRI yang melaporkan ke pihak imigrasi Singapura soal kegiatan tersebut, dan KBRI bahkan meminta agar Chandra memperlihatkan bukti tuduhannya dan apabila tidak dilakukan maka KBRI akan menempuh jalur hukum.

(Jall)

loading...