PB, Jakarta – Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin adalah purnawirawan TNI asal Sulawesi Selatan ini lahir pada 30 Oktober 1952. Sjafrie adalah mantan pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan RI; Sekretaris Jenderal dan Wakil Menteri Pertahanan. Karier Sjafrie di TNI terbilang cemerlang.

Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Koordinator Staf Ahli, Staf Ahli Polhukam Panglima TNI, Asisten Teritorial Kasum TNI, Pangdam Jaya dan Kasdam Jaya DKI Jakarta.

Kini menjelang Pilkada DKI Jakarta yang akan dihelat pada Februari 2017, nama Sjafire telah dilirik dan digadang-gadang oleh tokoh-tokoh partai, sekaliber Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Pengurus PDIP dan Gerindra Tingkat Daerah DKI telah mengadakan pertemuan serius membahas rencana koalisi besar. Berhembus kabar, Pimpinan Pusat PKS, Demokrat, PPP dan PAN pun ikut merestui nama Sjafrie.

Mereka sepakat mencalonkan Sjafrie Sjamsoeddin melawan head to head Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta 2017-2022.

Sjafrie dinilai dapat diterima oleh semua golongan dan kelompok dan memiliki kharisma leadership dan keteladanan, santun, dan jauh dari sikap anti kaum terpinggirkan.

Kemunculan nama Sjafrie dinilai oleh banyak pengamat sedikit terlambat tapi telah menggetarkan calon independen, Ahok. Sebelumnya, hasil beberapa survei hampir semuanya mengunggulkan Ahok ketika berhadapan Yusril, Sandiaga Uno atau yang lainnya. Begitu muncul nama Sjafrie, langsung leading dan dinilai dapat mengalahkan Ahok.

Sjafrie dinilai sebagai pemimpin yang memiliki pengalaman, tegas, santun, pemikir dan pekerja tanpa berisik, sekaligus idaman ibu-ibu karena wajahnya tampan dan tidak terlibat korupsi dan polemik. Kemunculan nama Sjafrie dinilai memiliki kriteria dambaan calon pemilih DKI.

Kelihatan sosok Sjafrie tidak memiliki ambisi politik dan golongan tertentu. Masyarakat pinggiran DKI, tidak perlu memiliki kekhawatiran akan digusur jika DKI dipimpin oleh Sjafrie.

Sjafrie adalah pemimpin yang berkarier dari bawah dan dari dulu dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat. Ketika ia menjabat Pangdam Jaya, ia sering keliling dan safari dari masjid ke masjid menemui ulama-ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Hubungan mereka terjaga sampai hari ini.

Akankah Sjafrie ditakdirkan Allah menjadi pemimpin DKI Jakarta 2017-2022 pada Pilkada Februari 2017? Kita tunggu saja kesepakatan-kesepakatan koalisi PDIP, Gerinda, PKS, Demokrat, PAN dll. Tugas pengurus partai dan relawan lah yang akan meyakinkan calon pemilih bahwa Sjafrie adalah pilihan terbaik yang bisa mengatasi masalah-masalah DKI tanpa masalah baru.

Kini, arus bawah dan aktivis-aktivis tanpa diberi komando dan merasa dirinya punya hubungan emosional dengan Sjafrie Sjamsoeddin sudah aktif bergerak dan menggalang komunitas keluarga dan lingkungan di mana mereka berdomisili di seluruh hamparan DKI Jakarta.

Mereka yakin nama Sjafrie adalah pilihan tepat menjadi pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Oleh; Saleh Mude

 

 

loading...