PB, Jakarta- Prestasi yang telah diraih Koarmabar di bidang latihan dan operasi serta bidang lainnya senantiasa harus terus dipelihara dan lebih ditingkatkan dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks dan intensitasnya yang begitu sulit untuk di prediksi. Demikian dikatakan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji  dalam amanatnya pada Apel Khusus di Lapangan Arafuru Markas Komando Koarmabar, Jl. Gunung Sahari  Raya No. 67, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Pangarmabar mengatakan, dalam bidang operasional, melihat geografis wilayah kerja Koarmabar merupakan wilayah centre of gravity bagi pelayaran internasional di mana berada di antara dua benua dan dua samudera, kepentingan internasional terhadap bangsa Indonesia sangatlah tinggi. Terlebih lagi ditunjang dengan sumber kekayaan alam sehingga menjadikan bangsa ini sebagai tempat tujuan berinvestasi yang menjanjikan sehingga peluang tersebut disambut oleh pemerintah dengan kebijakan pembangunan tol laut. Oleh karena itu, dalam menindaklanjuti situasi saat ini Koarmabar sebagai Komando utama operasi TNI harus selalu siap menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan bangsa dari berbagai bentuk dan upaya yang mengancam. Isu-isu nasional yang sedang menonjol dan menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia seperti illegal fishing, terorisme, konflik perbatasan, bencana alam, wabah penyakit, penyakit sosial masyarakat harus disikapi dengan meningkatkan kesiapan operasi, melaksanakan pembinaan personel dan menyiapkan alutsista agar siap tempur dan menajamkan fungsi intelijen maritim serta meningkatkan peran komando, kendali komunikasi, komputer, intelijen, pengintaian dan pengamatan (K4IPP), sebagai salah satu jawaban dalam menyikapi perkembangan tersebut.

Pada kesempatan itu juga, Pangarmabar mengajak agar senantiasi melestarikan nilai-nilai budaya bangsa. Pengaruh arus deras budaya global yang negatif,  menyebabkan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa dirasakan semakin memudar. Hal ini tercermin dari perilaku masyarkat Indonesia yang lebih menghargai budaya asing dibandingkan budaya bangsanya sendiri, baik dalam cara berpakaian, bertutur kata, pergaulan bebas, dan pola hidup konsumtif, serta kurangnya penghargaan terhadap kecintaan produk bangsanya sendiri. Semua ini akibat dari adanya perkembangan informasi teknologi yang membawa nilai-nilai budaya baru.

Menurut Pangarmabar, peran  leadership pemimpin disetiap strata sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dan dapat mengembalikan hakikat dan jati diri para prajurit TNI AL yang bermoral, profesional dan berani.

Terkait hal tersebut, Pangarmabar memberikan penekanan kepada seluruh prajurit untuk dipedomani dan diaplikasikan dalam kedinasan, antara lain pemimpin pada semua strata pada dasarnya mendapat amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan mendapat kepercayaan dari bangsa dan negara, oleh karena itu semua individu harus dapat menunjukkan kinerja terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Pemimpin harus menjadi contoh yang benar dan berperan dalam pembinaan moral dan disiplin, meningkatkan skill dan pengalaman, memberikan konseling, memberikan penilaian, memotivasi dan memberi reward dan punishment kepada bawahan serta agar selalu menaburkan benih-benih kebaikan walupun itu sangatlah kecil, beberapa benih itu akan tumbuh dan menjadi bunga-bunga keberhasilan di masa depan walaupun memerlukan pengorbanan, waktu dan kesabaran.

Apel Khusus tersebut antara lain dihadiri oleh Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., para Pejabat Utama Koarmabar, dan diikuti seluruh personel Mako Koarmabar mulai dari Perwira, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Koarmabar.

(Kml/Dispenarmabar)

 

loading...