PB, Jakarta – Besarnya hasrat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan rupanya membuat Ahok melakukan langkah dengan berbagai cara.

Ketika peluncuran buku Megawati dengan judul “Catatan Wartawan : Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat” di Gedung Arsip Nasional Jalan Gajah Mada Jakpus, pembawa acara Butet Kertaradjasa menyinggung Ahok yang datang walaupun tidak diundang.

“Ini buku tentang Megawati, Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat, bukan Menangis dan Tertawa Dengan Ahok,” ujar budayawan yang langsung di sambut tawa para tamu yang berasal dari elite pengurus PDIP.

Sementara itu Megawati sendiri sempat kaget dan langsung menyinggung Ahok yang datang dan duduk diseberang meja tempat Megawati duduk.

“Nah itu, pak Ahok datang. Saya heran juga dia datang, soalnya ada sampingannya juga yang selalu bilang kan ? Ya ada yang bilang, terus bully-nya (ke) saya,” ujar Megawati. Yang langsung disambut dengan koor cemoohan sebagian tamu undangan yang datang. Ahok sendiri hanya bisa senyum cengengesan.

Dilain waktu, Ahok juga rupanya tidak mengenal kata mundur ataupun malu untuk bisa membujuk Megawati selaku Ketua Umum partai agar bisa di usung oleh PDIP.

Kali ini Ahok memaksakan diri untuk tetap bertahan di kediaman Megawati dan membiarkan Presiden Jokowi pulang meninggalkan Ahok sendirian, usai acara Haul Taufik Kiemas.

Ahok yang sudah ditunggu oleh wartawan, ketika ditanyakan terkait dengan lamanya Ahok di dalam kediaman Megawati, Ahok berusaha menyembunyikan kondisinya dengan berkelit dan mengatakan jika dia datang hanya ingin mencicipi makanan yang disediakan oleh tuan rumah.

“Saya curiga Ahok memaksakan diri untuk bisa bertemu dengan Megawati namun tidak berhasil, akhirnya Ahok hanya berkelit bilang kekenyangan ketika ditanyakan oleh wartawan,” ujar David Jempol Rakyat, kepada pembawaberita.com

Sementara itu dalam Rapimnas Partai Golkar, di Gedung JCC, Kamis (28/7) ketika Ahok masuk dan disambut dengan tepuk tangan oleh peserta Rapimnas Golkar, namun berbeda dengan sikap Megawati yang acuh tak acuh, bahkan wajah Megawati terlihat datar tanpa senyum ataupun ikut bertepuk tangan.

Sikap yang ditunjukkan oleh Megawati rupanya mendapat simpatik dari netizen, bahkan netizen yakin jika Ahok tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk di dukung PDIP. Bahkan sikap Megawati juga sama ketika Golkar mendeklarasikan Jokowi untuk pencalonan Pilpres 2019 nanti. Bahkan Megawati menolak untuk ikut dalam foto bersama dengan peserta Rapimnas Golkar. 

“Akhirnya kita tahu bagaimana sikap sebenarnya PDIP dalam pilkada nanti, kami berharap agar PDIP mau untuk mendukung Yusril Ihza Mahendra yang memang masih jauh lebih baik daripada Ahok yang tidak memiliki prestasi apapun selain membuat gaduh,” ujar David tertawa.

David menambahkan jika Ahok sebenarnya manusia yang tidak punya rasa malu, setelah menuding dan menuduh jika Partai bisanya hanya menghabiskan uang seorang calon kepala daerah, bahkan Ahok membandingkan jika jalur independen lebih baik karena tidak membuat calon kada harus mengeluarkan uang banyak.

Rupanya Ahok yang mirip dengan orang yang hilang ingatan tiba-tiba meninggalkan teman Ahok yang sudah mengklaim jika mereka telah berhasil mengumpulkan KTP sebanyak 1 juta.

“Kalau memang KTP itu tidak mencapai batas peraturan yang ditetapkan mungkin bisalah Ahok berusaha untuk menggunakan jalur partai, tapi KTP yang di klaim 1 juta itu, mau dikemanakan ?” Ujar David heran.

Bahkan David mencurigai KTP tersebut akan dipakai oleh pendatang haram dari Cina yang masuk menjadi tenaga kerja kasar di beberapa perusahaan yang tersebar di Indonesia.

“Jika sampai terjadi teman Ahok harus bertanggung jawab, karena sampai saat ini mereka sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan akan dikemanakan KTP milik warga Jakarta yang sudah dikumpulkan,” ujar David.

(Jall)

loading...