PB, Jakarta – Yusril Ihza Mahendra memenuhi janjinya untuk hadir dalam pelaksanaan sidang gugatan Peninjauan Kembali dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dengan kewajiban bagi Petahana untuk melaksanakan cuti selama masa kampanye di MK, Senin (5/9/2016).

Dalam wawancara yang dilakukan dengan para wartawan dengan Yusril di depan ruang sidang, lantai dua, Yusril menekankan terkait dengan persoalan keadilan jika Ahok tetap boleh bertahan untuk tidak cuti dari petahana.

“Dimana adilnya jika Ahok sebagai petahana masih bisa memanfaatkan fasilitas pemerintah (provinsi) dengan saya yang bukan petahana, ketika pemilu berlangsung,” ujar Yusril.

Menurut Yusril jika Ahok diperbolehkan untuk boleh tidak cuti sesuai UU Pemilu, maka kerugian akan diterima oleh calon yang bukan petahana, karena sudah dipastikan jika petahana memiliki akses yang sangat besar untuk menggunakan fasilitas pemprov.

Salah satu anggota komunitas Jempol Rakyat, @Dapitdong yang kebetulan ikut hadir dalam sidang, membenarkan ucapan Yusril, terkait keadilan yang akan dilakukan pemerintah jika gugatan Ahok dikabulkan oleh MK.

“Siapa yang bisa menjamin jika Ahok tidak memakai fasilitas negara dalam pemilu nanti ? Apa MK mau disalahkan jika Ahok terlanjur gunakan fasilitas negara untuk kepentingannya dalam pilkada nanti ?” Tanya Dapit. Jika akhirnya MK mengabulkan gugatan Ahok.

Dapit menambahkan jika yang sebenarnya, apa yang diinginkan Ahok soal cuti sesuai dengan kemauannya, dianggap hanya akal-akalan Ahok untuk menunggangi kepentingan proyek untuk keluarga dan kroninya. Sambil menyebutkan bagaimana sombong dan angkuhnya Ahok yang membiarkan istri dan saudaranya memimpin rapat soal pembahasan proyek Revitalisasi Kota Tua.

Bahkan akun @AsFairus mengatakan jika sebenarnya Ahok itu tidak pantas menjadi pemimpin, karena selain tidak memiliki tata krama, juga kerjanya hanya membuat kacau, karena semau harus seauai dengan keinginannya.

“Kalau tidak dituruti, kemarahan Ahok langsung “pecah” dan tidak perduli sedang didepan televisi dan di tonton oleh banyak orang,” ujar @AsFairus.

“Anak kecil juga tahu, Ahok itu tidak pantas dan tidak cocok jadi pemimpin, tanya saja anggota DPR RI Daniel Johan, anaknya yang selalu ketakutan lari kalau Ahok muncul di televisi,” ujar @ndyArthrunZarra.

http://pembawaberita.com/2016/08/12/anak-wakil-ketua-komisi-iv-dpr-ri-daniel-johan-lari-ketakutan-jika-melihat-ahok-di-televisi.html 

Beda dengan Yusril ketika tiba di MK, yang langsung memenuhi permintaan wartawan untuk wawancara. Ahok yang tiba di depan ruang sidang, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) sekitar pukul 13.30, begitu keluar dari lift, langsung masuk dan tidak memperdulikan wartawan yang sudah menunggunya.

“Kenapa Ahok seperti ketakutan ? Dia kan sudah menyatakan diri secara tidak langsung sebagai ahli Konstitusi dan Tata Negara,” ujar @AjengCute16. Maksud Ajeng, jika dia mengkategorikan Ahok sebagai ahli Konstitusi atau Pakar Hukum Tata Negara, karena berani mewakili diirnya sendiri tanpa harus didampingi oleh pengacara dalam gugatannya.

Sementara itu Yusril juga ditanyakan alasan hadiri sidang gugatan Ahok. “Karena sampai saat ini, saya belum menerima balasan dari MK soal surat pengajuan sebagai Pihak Terkait, makanya saya hadit untuk mendengar langsung dari Hakim, dan apabila nanti tidak disetujui tidak masalah,” ujar Yusril sambil tersenyum.

(Jall)

loading...