PB, Kendari : Penggunaan internet yang tidak bijak dapat membahayakan eksistensi Pancasila. “Penggunaan media internet itu bagaikan dua sisi mata uang, yang bisa bermanfaat tetapi juga bisa membahayakan” ujar Muhammad Hazairin kepada peserta Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila di Aula Serbaguna Makodim 1417/Kendari Jumat (30/9/2016).

Dikatakan oleh Hazairin, melalui media internet pelemahan terhadap idiologi Pancasila terus dilakukan secara masif.  “Internet dijadikan sebagai media penyebaran paham radikalisme, terorisme, pelecehan seksual, peredaran narkoba dan kejahatan lain yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa ini ,” katanya lagi.

Oleh karena itu kata dia Pancasila harus dijadikan  sebagai pandangan hidup bangsa karena Pancasila terbukti dapat menjadi alat pemersatu dari berbagai macam suku, adat, budaya, agama, etnis dan sekaligus sebagai ruh didalam memberikan tuntunan tentang cara pandang sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia dalam melakukan hubungan sosial sesama masyarakat.

“Juga menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengatur warga negara dalam kehidupan sehari-hari sekaligus sebagai benteng yang kokoh didalam menghadapi setiap ancaman maupun rongrongan terhadap eksistensi dan kedaulatan bangsa Indonesia” jelas anggota Forum Kebangsaan Kodam VII/Wirabuana tersebut.

20161001_213743Sementara itu  Kolonel Laut Suharyono Kartawijaya SH yang membacakan amanat Pangdam VII/Wirabuana mengatakan kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila dilaksanakan dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi diantara komponen bangsa sekaligus mempererat kerja sama dan kebersamaan guna menyatukan pandangan didalam menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Sedangkan Dandim 1417/Kendari Letkol Kav Eko Hermawan Yuniarso S.I.P,  dalam arahannya  mengatakan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai bentuk penyegaran dan menguatkan pemahaman tentang pancasila kepada para generasi muda dan seluruh elemen masyarakat khusunya diwilayah Kendari

20161001_213721Kata dia di era modern sekarang generasi muda rentang dengan pengaruh dampak negatif  media elektronik seperti  masuknya budaya-budaya luar yang telah mengaburkan budaya bangsa kita yang santun, ramah, gotong royong, sederhana, saling menghormati, toleransi dan menjaga persatuan dan kesatuan sesama elemen bangsa.

Ditambahkannya masuknya paham-paham radikal yang mengatas namakan agama tertentu dan telah mengaburkan pandangan terhadap Nasionalisme dengan melakukan kegiatan-kegiatan teror seperti bom bunuh diri, pemboman tempat-tempat umum dan tempat-tempat ibadah yang semakin  meresahkan masyarakat.  “Kita boleh ikuti perkembangan teknologi yang modern, tapi jangan terpengaruh akan budaya luar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, “ pungkasnya. (Enel-Sultra)

loading...