PB, Kalimantan Utara – Sebuah foto yang diunggah oleh salah satu akun Facebook milik Ganang Priyambodo memperlihatkan semangat para siswa Sekolah Dasar 018 Labion, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara, sedang mengadakan upacara bendera, memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Namun yang membuat miris, selain kondisi sekolah yang masih menggunakan papan, juga kegiatan upacara tersebut, dilakukan pada saat air sedang menyapu bersih halaman sekolah mereka.

Ketinggian air yang mencapai paha atas mereka, tidak menyrutkan niat mereka untuk tetap melaksanakan upacara, walaupun nantinya mereka harus belajar dalam keadaan celana basah.

Foto yang diberi judul “Kesetiaan Tanpa Penciteraan” oleh Ganang, selain para murid, juga seorang guru yang bertindak sebagai pemimpin upacara, juga masuk ke dalam, meminjam istilah Ahok untuk banjir, “genangan” hingga akhirnya sebagian celana kerjanya juga harus basah.

“Saya menyalahkan pemerintah, namun saya juga menyalahkan gurunya yang memaksakan diri untuk upacara, akibatnya, sepatu, celana mereka basah, gimana kondisi ketika belajar nanti,” ujar akun milik @dapit_dong ketika disodorkan gambar tersebut.

Kecamatan Sembakung sering menjadi langganan banjir, seperti yang terjadi pada tahun lalu, ketika banjir yang telah surut, namun tiba-tiba naik lagi pada sore harinya, sementara hujan sendiri sudah berhenti, rupanya ada “kiriman” banjir dari wilayah Malaysia.

Salah satu warga Kalimantan Utara yang sempat dihubungi pembawaberita.com menceritakan jika penyebab banjir selain dari kiriman Malaysia melalui Sungai Pensiangan yang berhulu di Sungai Sembakung, juga mulai terjadi sejak maraknya penebangan di wilayah Hutan Lindung dan munculnya perkebunan sawit.

Gambar tersebut menjadi viral di berbagai sosial media. Namun dari penelusuran pembawaberita.com ternyata wilayah Nunukan sejak munculnya perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Nunukan, terutama Kelapa Sawit, menjadi salah satu pemicu seringnya terjadi banjir.

Di Propinsi Kalimantan Utara, ada empat perusahaan besar, antara lain PT Sanggam Kahuripan Indonesia, PT Inti Selaras Perkasa, PT Sentosa Sukses Utama dan masih banyak perusahaan lainnya lagi, yang ikut menyumbang penyebab seringnya banjir di desa-desa yang tersebar di Kalimantan Utara.

Dalam produksi sektor perkebunan, Kabupaten Nunukan menjadi kabupaten dengan sumbangan produksi terbanyak yang mencapai 422.566 ton produk perkebunan, di mana 412.682 ton berasal dari kelapa sawit atau mencapai 97,6% dari total produksi sektor perkebunan Kabupaten Nunukan menyumbang 80,3% dari total produksi sektor perkebunan yang ada di Kalimantan Utara.

(Jall)

loading...