PB, Jakarta – Tanggal 22 Oktober sudah ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah, bahkan Front Pembela Islam juga ikut memperingatinya dengan membentuk sebuah organisasi dengan induk ormasnya FPI.

Dari Musyawarah Kerja Nasional FPI pada tanggal 15 Agustus 2016 di Lebak Banten, isi Mukernas memutuskan untuk menjadikan FPI sebagai sebuah organisasi yang tersistem.

Meneruskan amanat tersebut, salah satunya adalah dengan mengambil momentum Hari Santri Nasional, maka FPI mendeklarasikan sebuah organisasi sayapnya dengan nama Front Santri Indonesia (FSI).

Habib Rizieq Syihab selaku tokoh utama FPI menyerukan kepada seluruh DPW, DPD, DPC DPRa FPI agar wajib untuk memberikan fasilitas untuk pembentukan FSI diwilayahnya, dan melalui rekomendasi kepengurusannya dari DPP FPI.

(Jall)

loading...