PB, Jakarta – Gerah dengan “kelakuan” pihak Kepolisian yang dianggap sengaja mengulur waktu dan terkesan melindungi kasus penistaan agama oleh Ahok, akhirnya pihak ulama dan tokoh muslim lainnya berencana untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Aksi yang dinamakan Gerakan Nasional Mengawal Fatwa MUI, diperkirakan akan mencapai hingga ratusan bahkan jutaan orang, karena beberapa daerah akan ikut bergabung untuk menyuarakan kepada Presiden Jokowi agar tidak mencampuri urusan penistaan yang dilakukan oleh Ahok.

Kemarahan para ulama dan tokoh islam lainnya, disasarkan kepada Presiden Jokowi, yang selama ini memang terkesan sangat melindungi Ahok dari hukum, bahkan keterangan dari Bareskrim Mabes Polri yang mengatakan jika mereka menunggu ijin dari Jokowi untuk memeriksa Ahok dianggap hanyalah permainan dari Pemerintah dan pihak kepolisian.

“Sampai saat ini, Ahok selalu lolos dari jeratan hukum, hingga akhirnya penistaan Al Quran dianggap sudah sangat keterlaluan, bahkan Polisi sendiri kebingungan, harus bertindak bagaimana,” ujar Darwis salah stau tokoh pemuda muslim asal Maluku Utara di Jakarta.

Bahkan menurutnya kekecewaan para ulama dan juga tokoh islam lainnya, dikarenakan Ahok sendiri selama ini memang sudah sering mendiskreditkan umat Islam dengan berbagai kebijakan yang dia lakukan.

Belum lagi persoalan hukum yang membuat Ahok sering lolos, walaupun berbagai ahli hukum, pakar tata negara dan juga tidak sedikit pengacara menyatakan jika Ahok sudah jelas-jelas melanggar hukum.

Dimulai dari kasus Sumber Waras, Reklamasi dan juga Pembelian lahan tanah di Cengkareng, yang membuat Presiden Jokowi seenaknya mengeluarkan himbauan kepada Polisi, Jaksa dan BPK agar tidak mengganggu kebijakan kepala daerah.

Ahok ditengarai memang tidak sendirian, dikarenakan adanya para cukong dari pengusaha dan juga mafia hukum yang berdiri dibelakangnya, dan inilah juga yang menjadi salah satu alasan aksi terebut disebut sebagai Jihad Konstitusional yang selain bela Agama juga bela Negara.

img_20161024_010424

Dalam himbauan yang disebarkan melalui berbagai akun di sosial media, dimintakan kepada para peserta demo agar datang dengan membawa perbekalan, dikarenakan aksi yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 4 Nopember 2016 nanti, tidak hanya dilakukan dalam sehari.

Seruan Jihad Konstitusional Bela Agama dan Negara ini, diminta juga agar sebelum datang ke lokasi titik kumpul di Mesjid Istiqlal, mereka dimintakan untuk menuliskan wasiat kepada keluarga dan tidak lupa untuk meminta doa agar kemenangan bisa tercapai dalam perjuangan membela Islam.

Para Ulama dan Tokoh Islam ini, mengingatkan kepada siapa saja, yang dianggap sebagai pendukung Ahok dalam pilkada nanti, jika aksi ini tidak ada hubungannya dengan momen Pilkada ataupun memasuki penghinaan soal Suku Agama dan Ras, namun ini murni demi penegakan hukum.

(Jall)

loading...