PB, Jakarta – “Saat ini sepertinya kita sedang digerogoti oleh pemerintah negara sendiri, cuma pacul saja harus diimpor dari Cina, ini sudah keterlaluan !” Ucap Darwis salah satu tokoh muda Maluku Utara di Jakarta.

Darwis tidak habis pikir, jika memang pacul sangat dibutuhkan oleh negara kenapa tidak membuat sebuah sentra pembuatan pacul, “Paling tidak memberikan modal kepada sentra-sentra pembuatan pacul yang tersebar di Pulau Jawa,” ujar Darwis geram, karena saat ini saja pemuda Indonesia sudah banyak yang tidak memiliki lapangan pekerjaan.

Banyak pengrajin besi yang membuat pacul alias Cangkul ini, dan salah satunya adalah pacul hasil buatan Cak Ndari, warga lingkungan Redosari, Kecamatan Lodoyang, Ambarawa, Jawa Tengah.

Bahkan hasil pacul buatannya sampai terkenal ke Pulau Sumatera, hanya saja keterbatasan dana, maka Cak Ndari yang asli dari Jawa Timur ini, harus meredam permintaan.

Ada juga Solikhin, seorang warga Desa Cipelem, Brebes Jawa Tengah, berkat ketekunannya selama puluhan tahun dalam mengelola pembuatan cangkul hasil karyanya, membuat warga desanya juga banyak yang mulai ikutan jejak Solikhin yang juga dikenal sebagai pengrajin keris dan pedang.

(Jall)

loading...