PB, Jakarta – Gelombang peserta aksi Demo Damai penistaan Al Quran dan penghinaan terhadap ulama, oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hingga hari yang ditetapkan dan disepakati bersama tanggal 4 November 2016, terus saja berdatangan, bahkan beberapa akun di sosial media tidak putus memberitakan kesiapan berangkat para pendemo dari daerahnya masing-masing.

Hal ini dianggap sudah sangat keterlaluan oleh warga Jakarta, bahkan kesalahan ini mereka tumpahkan kepada Ahok dan Jokowi yang tidak memerintahkan Kapolri untuk menangkap.

“Mas saya heran kok Ahok yang sudah salah tidak pernah ditahan, dengar-dengar katanya pak Jokowi yang larang ya ?” Tanya Udin warga Jalan Radio Dalam Jakarta Selatan yang berdagang sebagai sales salah satu produk alat rumah tangga.

Bahkan mereka sepakat jika sebenarnya ini cuma lemahnya Presiden Jokowi kepada Ahok, hingga harus menjadikan Jakarta tempat demo seluruh warga dari daerah luar.

“Kalau soal agama siapapun pasti marah, tapi kok pak Jokowi tidak marah ya ? Padahal dia kan disumpah pakai Al Quran,” ujar Didin rekan Udin yang berprofesi sebagai ojek online.

Ternyata bukan hanya Udin dan Didin, hampir setiap hari warga disekitar rumah Udin setiap malam duduk membahas hal tersebut, bahkan ada yang mendapat info dari sosial media yamg diikutinya, jika Ahok akan mundur dari pencalonan sebagai Gubernur karena desakan dari beberapa petinggi negeri ini.

Penelusuran pembawaberita.comterkait dengan wacana akan mundurnya Ahok, yang dianggap akan meredam gejolak demo hari ini, dianggap salah kaprah.

“Sekali lagi ini bukan soal Pilkada, Ahok mau nyalon atau tidak, gak ada urusan dengan penistaan Al Quran, tetap harus diproses secara hukum, dan tangkap Ahok,” ujar Presidium Nusa ina Institute, Abdullah Kelrey.

Abdullah menganggap jika hal itu benar, Ahok akan mengundurkan diri, bukan berarti soal pelanggaran hukum oleh Ahok tuntas, namun tetap harus berjalan dan semua bukti, saksi yang dipegang oleh Kepolisian Mabes polri sudah cukup kuat.

“Apa gak mikir kalau yang dinista ini bukan konstitusi atau pembuat dan penyebar UU, ini Al Quran, dan bagi umat Islam sangat sakral,” ujar Dullah mengingatkan untuk hentikan persoalan penistaan Al Quran ada hubungannya dengan Pilkada atau Agama dan suku.

Sementara itu saat ini di beberapa titik diseputar wilayah mesjid Istiqlal sudah dipenuhi oleh pendemo,dan direncanakan aksi akan dilaksanakan usai shalat Jumat dengan rute menuju Istana Presiden.

(Jall)

loading...