PB, Jakarta – Masifnya serangan akun-akun robot yang memang sengaja dibuat oleh para pendukung Ahok, termasuk dengan pendukung Jokowi, yang dibuat dengan tersistematis ini, demi penciteraan dan bagusnya seorang Ahok dan Jokowi, terkadang membuat keteteran akun-akun milik kelompok yang berseberangan.

Bahkan pembawaberita juga sempat diceritakan oleh salah satu mantan anggota tim IT Jokowi-Ahok pada pilpres lalu, jika mereka memang sudah terlatih dan teroganisir secara baik. Bahkan dengan kekuatan dana yang besar dari pengembang dan cukong, para anggota baru dibekali ilmu untuk menghadapi sebuah masalah dan juga sekaligus menyerang musuh Ahok dan Jokowi.

Bahkan jumlah akun yang dimiliki mereka bukan hanya satu atau dua, bisa mencapai satu orang memegang akun hingga 20-30 akun, untuk melakukan serangan, termasuk untuk membuat hestek menjadi trending topik di sosmed Twitter.

Rupanya hal ini disadari betul oleh pemerhati sosial Kota Jakarta, Zeng Wei Jian, yang dianggap sebagai salah satu “musuh” yang berada di jajaran elit, dan harus diserang secara habis-habisan.

Menyadari hal tersebut, Zeng Wei mengajak akun sosial media yang sepahaman dengannya, untuk membentuk komunitas yang khusus di dunia Cyber.

Zeng Wei Jian menyebutnya “Seruan Jihad Cyber” agar tidak memberikan kesempatan kepada “tentara” Cyber milik Ahok-Jokowi berkembang dan bisa merubah opini masyarakat, khususnya di sosial media. Berikut tulisan dan ajakan dari Zeng Wei Jian ;

SERUAN JIHAD CYBER
by Zeng Wei Jian

Ada hantu berkeliaran di sosial-media. Jumlahnya puluhan ribu akun bodong. Tugas mereka mencaci-maki, membunuh karakter, nyepin, ngibul dan menyebar hoax. Mereka adalah tentara cyber Ahok.

Semua faksi bergabung menjadi antek-antek Ahok. Komunis, Liberal, Kristen Fundamentalis, Aliran Sesat, Minoritas, Budhist backward, Nasdem, Golkar, Hanura dan PDI-P.

Tidak ada seorang pun yang ngga pernah mereka bully. Ratna Sarumpaet, Haji Lulung, Lieus Sungkharisma, Andi Arif, Habiburokhman, Amien Rais, Yusril Izha Mahendra dan Setnov papa-minta-saham.

Hantu cyber Ahok merusak freedom of speech. Menjungkir-balikan logika. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.

Mereka menganulir fakta Ahok minim prestasi, tersangkut 6 skandal korupsi, Jakarta jadi lebih macet dan sering banjir, tukang gusur, tukang injak hukum, gini ratio DKI meningkat, mal-praktek administrasi pemda hingga disinyalir berpotensi merugikan 1,91 trilyun, menista ayat Al Maidah 51 dan lain sebagainya.

Tetap saja Haji Lulung yang salah. Ahok beli lahan milik sendiri di Cengkareng Barat. Kasusnya dipeti-es-kan.

Belakangan, hantu-hantu cyber Ahok kepanasan dengan deklarasi Agus-Silvi dan Anies-Sandiaga. Mereka melancarkan serangan brutal. Mereka bikin meme. Sandiaga dituduh sebagai pengemplang pajak karena ikut Tax Amnesty. Padahal Jokowi, James Riyadi, Anthoni Salim, Frangky Wijaya dan sebagainya juga ikut Tax Amnesty.

Hantu cyber Ahok memimpin perang digital modern. Mengacu pada doktrin Unresctricted Warfare (Rencana China Menghancurkan USA) karya Col. Xiao Liang, maka ini adalah perang dalam arti sebenarnya. Perang persepsi.

Di antara ketiga paslon, Ahok-Djarot paling berburuk muka. Agus-Silvi dan Anies-Sandi tidak memiliki cyber armies. Paling kere adalah paslon Anies-Sandi. Ada mantan presiden dua periode di belakang Agus-Silvi.

Hantu cyber Ahok sukses menciptakan kesan Ahok kuat. Persepsi ini meningkatkan kepercayaan swing voter apolitis. Kelompok prohok primordial semakin solid. Sebagai hewan oportunis, mereka akan memilih pasangan yang diindikasi bakal menang. Di sini pertarungannya.

Rezim Dajjal Kafir harus ditumbangkan. Perang modern harus direspon dengan Jihad modern. Surga pahalanya.

Seluruh umat, semua ras, segala kubu bersatulah. It’s cyber intifada. Kuasai ruang cyber. Sebar informasi fakta dan kebenaran. Perkenalkan Agus dan Anies Baswedan. Lawan hantu-hantu cyber Ahok. Ajak teman dan kolega. Luangkan tiga jam sehari men-share kabar dan berselancar di jagat maya.

JADILAH INTIFADA CYBER ARMIES…HANCURKAN DAJJAL.

loading...