PB, Internasional – Kemarahan Darwis, salah satu tokoh muda muslim asal Maluku Utara, memuncak, bahkan menurutnya pemerintah sudah keterlaluan. Akibat sikap pemerintah Indonesia ketika menyatakan Abstain dalam pengambilan suara terkait dengan pelanggaran HAM di Suriah.

“Jangan-jangan alasan Abstain karena Jokowi ingin menjalin kerjasama dengan negara Iran yang jelas-jelas malah mendukung pembantaian kemanusian di Aleppo,” ujar Darwis.

Darwis tidak sendiri, sebagian besar netizen menyesalkan sikap Jojowi yang malah melakukan kunjungan ke Iran dan menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemerintah Iran, yang di satu sisi lainnya, Iran justru mengucapkan selamat kepada pemimpin Suriah Bashar Assad, yang menghancurkan dan membunuh rakyatnya sendiri hanya untuk merebut kota Aleppo.

Bahkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry sendiri langsung menyatakan jika pembantaian manusia di Aleppo dilakukan oleh Presiden Bashar bersama dengan Iran, Rusia dan Milisi Syiah yang datang bergabung dengan tentara Suriah. Namun pemerintah Indonesia justru diam seakan menyetujui apa yang dilakukan oleh Bashar Assad.

Menurut Darwis hal ini justru menjadi pertanyaan besar bagi umat Muslim di Indonesia, apakah Jokowi ikut mendukung pelanggaran HAM di Suriah, karena ingin bekerjasama dengan Iran yang jelas mendukung apa yang dilakukan oleh Pembantaian di Aleppo.

“Belum lagi soal HAM Suriah yang abstain di PBB, Indonesia juga tidak masuk dalam koalisi 34 negara islam yang memerangi teroris, Malaysia saja masuk, ini memalukan sebagai negara dengan penduduk islam terbanyak di dunia,” ujar Darwis jengkel.

Berikut nama-nama negara yang termasuk dalam Koalisi Negara Islam pimpinan Arab Saudi. Bahrain, Bangladesh, Benin, Chad, Komoro, Cote d’Ivoire, Djibouti, Mesir, Gabon, Guinea, Yordania, Kuwait, Libanon, Libya, Malaysia, Maladewa, Mali, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria, Pakistan, Palestina, Qatar, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Togo, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Menurutnya Pemerintahan Jokowi yang sebelumnya menyatakan mendukung soal Palestina juga dianggap setengah hati, karena menurutnya sampai saat ini tidak pernah sekalipun pemerintah mengeluarkan pernyataan mengutuk tindakan Israel yang memerangi Palestina.

(Jall)

loading...