PB, Jakarta – Debat para Calon Gubernur DKI Jakarta yang di selenggarakan KompasTV, menjadi perbincangan dikarenakan dihadiri hanya oleh dua pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga. Sementara Agus-Sylvi tidak merasa berkewajiban untuk hadir, dikarenakan acara tersebut bukan acara debat resmi dari KPUD DKI Jakarta.

Dalam debat tersebut, para netizen menduga hanyalah akal-akalan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama yang ingin mencari popularitas agar elektabilitasnya kembali naik, salah satunya dengan mengatakan jika selama kepemimpinannya gaji PNS naik hingga minimal Rp. 13 juta dan maksimal Rp. 70 juta.

Namun ucapan Ahok rupanya menjadi kembali viral ketika Pelaksana Tugas Gubernur DKI, Soni Sumarsono membantah jika gaji PNS adalah Rp. 13 juta hingga Rp. 70 juta. ” bukan gaji pokok (Rp.13 juta) karena (gaji pokok) diatur dalam standar nasional,” ujar Soni kepada wartawan di Balaikota.

Soni tidak membantah jika seorang Pegawai Negeri Sipil bisa mendapatkan nilai hingga Rp. 13 juta, namun tentunya harus dibarengi dengan Tunjangan Kepegawaian Daerah (TKD) yang juga besar.

Untuk tunjangan ada dua macam, jika ingin mendapatkan TKD, berarti tunjangan lainnya hilang, namun jika ingin tunjangan lainnya, maka TKD dihilangkan. Yang dimaksud dengan tunjangan lainnya, adalah uang makan minum, uang transportasi untuk tugas lapangan, dan uang insentif serta tunjangan lainnya.

“Orang kalau disuruh milih, pasti lebih menyukai TKD, tapi belum tentu, karena tanpa TKD justru mendapatkan hasil yang cukup besar,” pungkas Soni.

(Jall)

loading...