PB, Internasional – Sebagai seorang manusia dan hanya sendirian sudah tentu tidak akan mungkin bisa mengalahkan sebuah negara yang di dukung oleh sebagian besar rakyatnya. Apalagi dukungan itu juga dari Tentara dan Polisi negara itu. Sekalipun itu seorang pria.

Tapi tidak bagi lelaki ini, walaupun hanya seorang diri, dia siap lawan 4 negara di Eropa. Perancis, Belgia, Belanda dan Swiss. Nama pria itu Rachid Nekkaz, dan dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Perancis. Rachid sendiri adalah warga Perancis keturunan Aljazair.

Rachid tidak mengklaim dirinya sebagai penakluk negara, namun gelar tersebut diberikan oleh Syekh Al-Khuwainy, salah satu ulama besar Islam. gelar itu disematkan kepada Rachid karena selalu dan dengan senang hati menyelesaikan pembayaran denda yang diberlakukan oleh Perancis tentang pelarangan menggunakan Jilbab di beberapa lokasi, terutama di tempat umum di Perancis.

Namun Rachid justru meminta agar wanita muslim untuk tidak takut menggunakannya, sekalipun itu di tempat umum. hukuman yang dijatuhkan oleh pemerintah Perancis cukup membuat warga muslim sedikit merasa khawatir, karena denda yang harus mereka bayarkan.

Dan disinilah peran Rachid sebagai seorang muslim dan juga pengusaha sukses yang tidak takut akan kehilangan kekayaannya, karena dirinya sudah berjanji akan membayar seluruh denda yang dikenakan kepada wanita muslim yang ingin menjaga auratnya, agar tidak terlihat di depan umum.

Kehebohan ini menjadi perhatian masyarakat dunia ketika, beberapa foto yang diunggah ke dunia maya, memperlihatkan seorang wanita sedang menggunakan Burqini, (pakaian khas bagi wanita muslim untuk berenang) dan tampak dikerumuni oleh 4 orang anggota keamanan dari kepolisian dan langsung menghampiri wanita tersebut. Kepolisian setempat memintanya agar melepaskan burqininya di depan umum, dan bukan  itu saja, wanita inipun dikenakan denda sebesar £ 32 atau setara dengan Rp. 550 ribu.

“Saya akan membayarkan seluruh denda yang dikenakan kepada wanita muslim yang menggunakan Burqini,” ujar razyid kala itu, Razyid berkeyakinan jika apa yang dilakukannya untuk menetralisir dasar hukum yang menindas dan tidak adil ini.

Sebuah foto yang diunggah ke dunia maya, tampak Razyid bersama dengan istrinya yangmenggunakan cadar baru saja keluar dari kantor polisi, untuk membayar denda yang akibat aturan yang dberlakukan di perancis.

“Semua jumlahnya sekitar 245.000 Euro (278.000 US Dollar), ditambah dengan biaya pengacara,” ujar Razyid Nekkaz, sambil menambahkan jika dirinya sudah membayar denda di Perancis sebanyak 1.165, di Belgia 268 dan dua di Belanda serta satu di Swiss, seperti yang diberitakan oleh The Washington Post


 

(jall/ sumber)

loading...