PB, Jakarta – Ternyata selama ini Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril menganggap jika ormas-ormas yang berseberangan dengan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan ucapan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang melecehkan Ayat Al Quran Al Maidah ayat 51 dan ulama, adalah ormas-ormas yang tidak punya pekerjaan.

“Kalau sampean (Ahok) tidak ngomong keras, tidak dapat kerjaan ormas-ormas itu,” ucap Nuril kepada Ahok. Nuril memang selama ini dikenal sebagai pengajar ilmu Islam yang sangat berseberangan, karena Gus Nuril sangat senang hadir berbicara di gereja maupun klenteng sambil memuja Yesus.

Bahkan Nuril pernah di usir jamaah pengajian karena tiba-tiba hadir tanpa di undang pada acara Maulid Nabi tahun 2015 di Mesjid Jami Asyu’ada Jatinegara Kaum Jakarta Timur, karena dalam ceramahnya, memuja yesus dan mengatakan jika Maulid Nabi ada karena orang China.

“Jadi menurut Gus Nuril selama ini ormas-ormas ini tidak punya kerjaan ? Emang Gus Nuril waktu Tsunami di Aceh dia dimana ? Waktu FPI sibuk membantu korban bencana dia ngapain ?” Ujar Darwis salah satu tokoh muda muslim asal Malut, melalui selularnya kepada pembawaberita.com

Gus Nuril dikenal sebagai pemilik Pondok Pesantren Abdurahman Wahid Sokotunggal II Jakarta, sangat mendukung Ahok baik menjadi calon gubernur dan juga memberikan dukungan moril terkait kasus penistaan, sesuai dengan Fatwa MUI, yang justru oleh Gus Nuril dianggap hanyalah kerjaan MUI yang justru akan berpotensi makar.

Gus Nuril mengucapkan hal tersebut, ketika Ahok mengunjunginya, Senin (9/1/17) di Pondok Pesantren miliknya yang berada di Kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Bahkan Gus Nuril berani mengatakan jika yang berhak untuk mengeluarkan fatwa yang dianggap paling shahih hanyalah Fatwa dari PBNU atau Muhammadiyah yang dianggapnya sebagai majelis.

Sementara Fatwa dari MUI justru tidak mengikat, karena menurut Gus Nuril fatwa MUI tentunya tidak mengikat sama sekali, yang tentu saja beda dengan seruan atau Mufti di Mesir atau negara Islam lainnya.

Darwis sendiri merasa heran dengan ucapan Nuril yang dianggapnya Fatwa MUI tidak bisa dipegang, selain fatwa dari NU atau muhammadiyah.

“Kalau NU yang fatwa, berarti Muhamadiyah pasti tidak merasa wajib ikut, begitu juga sebaliknya, makanya dibentuk MUI untuk menjembatani keduanya dan umat Islam lainnya,” ujar Darwis.

(Jall)

(Sumber foto : twitter)

loading...