PB, Jakarta – Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Mohamad Irawan, menunggu pihak Bank Indonesia untuk melakukan laporan polisi terkait dengan ceramah Habib Rizieq Syihab yang memprotes dengan dibuatnya lambang baru BI di mata uang pecahan Rp. 100 ribu yang lama, namun cetakan terbaru.

Pihak BI rupanya tidak menanggapi keinginan Kapolda untuk melaporkan Habib Rizieq terkait dengan ceramahnya yang mempersoalkan lambang logo BI di mata uang tersebut, hingga akhirnya tiba-tiba saja sebuah organisasi yang ditengarai baru dibentuk, dan melaporkan Habib Rizieq.

Laporan yang dilakukan oleh organisasi yang menamakan diri Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) ke Polda Metro Jaya dengan juru bicaranya Herdiyan Saksono Zoulba, yang mengatakan kepada wartawan jika laporan mereka terkait dengan lambang baru BI yang dikonotasikan oleh Habib Rizieq sebagai lambang PKI.

Lambang yang sebelumnya berlogo lengkap B huruf besar dan di bagian tengah huruf B tertempel huruf I, namun oleh pihak BI kemudian di rubah dengan bentuk yang mirip dengan bentuk palu arit. dan BI beralasan jika lambang tersebut memang sengaja dilakukan, dengan nama teknik Rectoverso, untuk mempersulit pemalsuan uang.

Herdiyan bersikeras jika mata uang yang dicetak BI tidak mungkin akan memasang lambang palu arit, Herdiyan beberapa kali menirukan ucapan Habib Rizieq di video yang tersebar, salah satunya ketika Habib Rizieq mengucapkan, “bagian yang bukan palu arit memang disamarkan, kami tanya saudara, sejak kapan uang negara pakai palu arit ? ini bukan fitnah, ini fakta, fakta,” ujar Herdiyan menirukan ucapan Habib Rizieq.

Hal inilah yang dianggap oleh Herdiyan adalah salah satu dari ucapan Habib Rizieq yang dianggap oleh JIMAF jika Habib Rizieq telah menyebarkan isyu yang meresahkan masyarakat, dan bisa berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, dan harus segera diselesaikan dengan cara penegakan hukum.

“Kami melihat dalam video ceramah Rizieq yang beredar dalam durasi 1 menit 12 detik sampai dengan 3 menit 13 detik sudah terindikasi adanya tindak pidana penghasutan,” ujar Herdiyan, Minggu (9/1/17). Herdiyan menganggap jika laporan mereka ke pihak polisi berdasarkan bentuk penghasutan, fitnah dan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh Habib Rizieq.

 

(jall/wondo)

loading...