PB, Jakarta – “Ini aneh kok tiba-tiba ada surat yang isinya mengesankan kalau di tim Agus-Sylvi tidak kompak san saling menjatuhkan ?” Ujar Bunda Ratna kepada pembawaberita.com melalui pembicaraan via sosmed secara pribadi.

Surat yang dimaksud Bunda Ratna, yang dimuat di sebuah ke media online, dalam surat yang diterbitkan secara lengkap, menyatakan kalau AFC tidak terima dengan perlakuan tim Agus-Sylvi.

“Kenapa tidak laporkan saja langsung ? Atau surat itu ada udang di balik rempeyek ?” Gurau Bunda, namun tetap serius menanggapi surat yang ditandatangani oleh Sirajuddin Abdul Wahab.

Bunda Ratna mencurigai jika surat tersebut, hanyalah salah satu penggembosan yang dilakukan oleh Sirajudin dan rekan-rekannya terhadap Agus-Sylvi.

“Tidak semudah itu surat tersebut keluar, lagian kita juga tahu siapa Sirajudin, dia kan orang Golkar yang begitu mudahnya membelot,” ujar Bunda.

Menurutnya Siradjudin mungkin ingin “kembali” ke Golkar setelah mengeluarkan pernyataan jika dirinya keluar dari “pasukan” Ahok-Dajrot ketika partai yang memberikannya kursi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, mengusung pasangan Ahok-Djarot.

Karena menurut Bunda untuk menjadi seorang Wasekjen DPP di sebuah partai besar tidaklah gampang, lalu ketika sudah menjabat, tiba-tiba keluar begitu saja, dan mendukung Agus hanya karena alasan sama-sama masih muda.

“Langkah ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak awal, namun beberapa rekan kami juga ada di AFC, kami diam dan berdoa semoga keinginan Siradjudin benar-benar tulus,” ujar Bunda Ratna, yang kaget surat Siradjudin “harus” di pamerkan ke media.

Bahkan menurut Bunda yang juga anggota relawan dari kelompok Jempol Rakyat, yang banyak membantu Agus-Sylvi di sosial media, sepertinya “tugas” Sirajudin sudah selesai untuk menghancurkan Agus-Sylvi.

Bunda Ratna sangat berharap kepada teman-temannya yang sudah terlanjur di AFC jangan terbawa arus dari “kutu loncat” Sirajudin, karena orang-orang yang mudah berpindah dengan sekejap hanya karena permasalahan yang sepele, bukanlah seorang yang bisa dijadikan panutan.

Dan yang paling aneh, menurut Bunda Ratna, keberadaan dan jabatan Sirajuddin di Golkar sampai saat ini tidak terdengar adanya pemecatan gara-gara membentuk AFC.

AFC alias Agus Fans Club di deklarasikan pertamakali oleh Sirajudin pada tanggal 26 September 2016 lalu di Jakarta. Sirajudin, ketika itu masih menjadi Wasekjen DPP partai Golkar, mengklaim jika dirinya membawa sekitar 100-an anggota Golkar untuk membelot dan langsung menyatakan mendukung Agus-Sylvi dengan alasan sama-sama masih muda.

“Pilkada sudah dekat, berbagai macam cara untuk menjatuhkan pasangan lawan, salah satunya dengan cara melakukan penggembosan dari dalam, seperti yang dilakukan oleh Sirajuddin,” ujar Bunda Ratna.

(Jall)