PB, Bogor – Setelah berhasil menangkap warga negeri China di wilayah penambangan emas di Geluna, Desa Cigudeg Kabupaten Bogor, oleh pihak Imigrasi Kelas II Bogor, rupanya rombongan imigrasi lainnya juga berhasil menjaring beberapa warga dari Negara China yang masuk dan membuat sebuah perkampungan baru di dalam hutan berbukit.

Rombongan gabungan dari Imigrasi dan anggota Polisi dengan senjata lengkap, di pimpin Kepala Kantor Imigrasdi kelas II Bogor Herman Lukman, harus menempuh perjalanan yang cukup sulit dilalui oleh kendaraan, untuk datang ke lokasi di PT. Bintang Sindai Mineral Geologi (BCMG) di sekitar perbukitan Cigudeg Kabupaten Bogor.

Selama dalam perjalanan menuju ke lokasi PT. BCMG mereka menemukan beberapa asrama yang dalam keadaan kosong, selain seorang warga China bernama Yang Xiao Yui (53) yang mengaku datang ke Indonesia untuk mengunjungi salah satu kerabatnya di lokasi penambangan PT. BCMG. Namun petugas tidak percaya begiutu saja, karena dalam interogasi keterangannya sering berubah-ubah, dan terakhir Yui mengakui jika dirinya datang untuk melakukan survei penambangan dengan menggunakan visa bisnis. Yui lansgung diamankan petugas.

Rombongan akhirnya mealnjutkan perjalanan, ke PT. BCMG, namun ditengarai jika rencana penggerebekan ini telah bocor, karena dari hasil pengamatan di asrama pertama, kedua, ketiga dan keempat, hasilnya kosong, kecuali beberapa penduduk setempat yang sedang melakukan kegiatan memecahkan batu.

Di asrama yang kelima, petugas menemukan seorang wanita asal Desa Nanggung yang bekerja sebagai tukang masak, namun di depan petugas tingkah Yanti sangat mencurigakan, dan akhirnya ditemukan seorang WNA bernama Chen Li Zhe (52)  yang mencoba bersembunyi dengan cara mengunci kamar dengan cara digembok dari luar. Zhe yang tertangkap mengaku sedang sakit.

Sementara itu Yanti sempat berontak ketika petugas mencoba menginterogasi, “pokoknya saya minta gaji saya sama mami,” teriak Yanti sambil menangis ketakutan, sambil menghiba agar dirinya tidak ditangkap. Dalam pengakuannya Yanti menerima gaji sebesar Rp. 1 juta setiap bulan.

Dicurigai jika rencana untuk penggerebakan telah bocor, hal ini terbukti dari keterangan Riski (28), salah satu warga setempat yang biasa berada di lokasi ketika memberikan keterangan, jika biasanya keadaan asrama sangat ramai, namun kali ini tampak sedang kosong, Riski mencurigai jika mereka telah kabur.

“Tadi banyak orang, tapi gak tahu tiba-tiba kosong, mungkin pada lari ke atas bukit atau turun ke bawah,” ujar Riski dalam bahasa Sunda.

Selama penggerebakan dan pencarian ke beberapa tempat persembunyian di beberapa titik yang banyak ditemukan plang milik Perum Perhutani, petugas berhasil menemukan sekitar 20 orang WNA asal China dari 80 WNA yang sempat didapat datanya. Sementara 60 lainnya diperkirakan berhasil kabur.

Petugas juga menemukan beberapa jenis tanaman yang bentuknya agak berbeda, namun dari keternagan jika tanaman yang bibitnya dibawa langsung dari China tersebut, adalah daun bawang dan seledri, namun bentuknya sedikit berbeda dengan Daun Bawang dan Seledri yang biasa di jual di Indonesia.

“Presiden Jokowi harus bertanggung jawab dengan ucapannya. Menjanjikan turis, namun mereka masuk dengan cara legal tapi tinggal dan bekerja. Turis kok tinggal di hutan dan kerja di tambang, ini bukan turis namanya tapi maling !” ujar Mohamad Naufal Dunggio Ketua Lembaga Dakwah Khusus PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) DKI Jakarta.

Herman mengatakan jika warga China ini masuk ke Indonesia secara legal, namun ketika berada di Indonesia mereka menyalah gunakan ijin mereka dengan cara bekerja, “Namun ada belasan dari mereka tidak memiliki paspor, sementara yang lainnya memiliki kelengkapan. rata-rata mereka bekerja di pertambangan,” ujar Herman yang menambahkan jika mereka dikenai pasal 116 tentang penyalah gunaan dokumen.

(jall)

loading...