PB  Kendari : Kepala DKP Kabupaten Butur Ir.Budianti Kadidaa, Msi mengatakan wilayah perairan Kabupaten Butur belum sepenuhnya bebas dari aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Kata dia, yang lebih memiriskan lagi karena  aktifitas ilegal fishing tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Butur melainkan masyarakat dari luar Butur.

“Yang datang membom ikan itu justru masyarakat dari Saponda (Warga Kabupaten Konawe red), hanya saja para pembom itu ada kerja samanya dengan masyarakat di Butur” ujar Budianti kepada media ini di Mako Lanal Kendari, Selasa (14/3).

IMG-20170315-WA0070Oleh karenanya, selama ini pihaknya  selalu memberikan sosialisasi dan  pembinaan kepada mayarakat nelayan  agar dalam mencari ikan tidak menggunakan  alat yang dapat merusak lingkungan.

“Kita selalu memberikan pembinaan dan sosialisasi termasuk mensosialisasikan melalui pemasangan spanduk ataupun baliho” katanya lagi.  Lanjut Budianti untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaku ilegal fishing, pihaknya akan mengoptimalkan peran serta masyarakat ataupun nelayan dengan memfasilitasi pengadaan alat komunikasi kepada kelompok-kelompok nelayan yang telah menjadi binaan dari DKP Kabupaten Butur.

“Kami akan memberdayakan  agar memudahkan pengawasan, kelompok nelayan kami fasilitasi  hand talky” ujarnya.  Kata dia, tujuan dari pengadaan fasilitas komunikasi tersebut  agar jika terjadi kegiatan ilegal fishing di sekitar mereka, para nelayan dapat  maka  bisa langsung menghubungi pihaknya gunaa melaporkan kegiatan ilegal fishing tersebut.

IMG-20170315-WA0069Budianti juga mengatakan selain langkah persuasif tersebut, pihaknya juga akan melakukan tindakan  tegas terhadap nelayan-nelayan nakal.  “Kami tidak akan kompromi dengan nelayan ataupun masyarakat yang bandel,  yang tidak menghiraukan himbauan-himbauan kami” ujarnya.

Langkah tegas tersebut akan diambil oleh pihaknya dengan maksud untuk memberikan psikoterapi bagi masyarakat agar tidak melakukan kegiatan ilegal fishing. Dia menambahkan untuk mendukung langkah tegas ini pihaknya akan menggandeng Lanal Kendari dan Ditpolair Polda Sultra. “Tapi sebelumnya, bersama Lanal Kendari dan Polair, kami akan memberikan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat” jelasnya.

Sementara itu Perwira Seksi Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Kendari Mayor Laut (KH)  Muhamad Slamet, S. Ag.  kepada media ini mengatakan pihaknya sangat mengapreseasi langkah DKP Kabupaten Butur yang menggandeng Lanal Kendari dalam memberikan sosialisasi pencegahan penggunaan bahan berbahaya dalam aktivitas penangkapan ikan.  Kata dia sebagai mitra kerja di sektor kelautan kerjasama dan sinergitas dalam pembangunan daerah mutlak dilakukan dan ditingkatkan.

“Kami siap mendukung DKP Butur dalam mencegah  nelayan dari tindakan perusakan biota laut ataupun lingkungan laut. Apalagi akibat maraknya penangkapan ikan secara tidak benar dengan menggunakan handak ataupun potas” ujar Mayor  Slamet.  Menurut Paspotmar Lanal Kendari tindakan ilegal fishing pasti akan merusak biota laut sehingga kedepannya akan menyusahkan generasi selanjutnya  dalam mencari ikan.

Dia berharap langkah persuasif yang diambil oleh DKP Butur dapat diterima baik oleh masyarakat,  Sehingga  Sumberdaya Perikanan yang ada di Kabupaten Butur tetap terjaga demi  kesejehteraan masyarakat  Kabupaten Butur itu sendiri. (Enel-Sultra)

loading...