PB Kendari : Solidaritas Pers Sultra menggelar aksi solidaritas menolak kekerasan terhadap pekerja media, Rabu (29/3). Aksi solidaritas tersebut digelar di tiga kota di Sultra yakni Kota Kendari, Kota Baubau dan Kota Raha. Aksi damai tersebut digelar menyusul setelah sebelumnya Senin (27/3) telah terjadi intimidasi dan perbuatan yang menghalangi kerja wartawan oleh sejumlah PNS lingkup RSUD Kabupaten Muna terhadap jurnalis di Kabupaten Muna yakni  Ahmad Efendy. Di Kabupaten Muna, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Muna Amiruddin Ako saat berdialog dengan wartawan mengatakan pihaknya  sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum PNS tersebut. Kata dia Pers merupakan mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat apalagi itu berkaitan dengan kinerja pemerintah, sehingga pers pelu diberi keluasan. Menyikapi hal itu Ketua Forum Bersama Jurnalis Muna,  Drs. H. Muh. Syahrial Ashaf mengatakan, proses mediasi bisa saja dilakukan oleh pemkab Muna dalam menyikapi kekerasan terhadap wartawan. Namun proses hukum akan terus dilakukan. “Mediasi tetap dilakukan. Proses hukum jalan terus,” katanya.

IMG-20170330-WA0030Saat dikonfirmasi Kapolres Muna AKBP Yudith Satria Hanantha kepada media ini juga mengatakan bahwa kasus intimidasi terhadap wartawan di Muna laporannya telah ditangani oleh pihaknya. “Laporannya sudah masuk dan sedang  kami proses” ujar Yudith melalui pesan Whatsappnya, Rabu (28/3).

IMG-20170330-WA0029Sementara itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari turut mendesak Kepolisian Resor (Polres) Muna untuk mengusut tuntas kasus ini. “Tindak kekerasan terhadap Jurnalis akan menimbulkan trauma dan mencoreng semangat reformasi, karena itu pelaku kekerasan terhadap wartawan untuk di prioses secara hukum,” tegas Ketua Aji Kendari Zainal A. Ishak dalam siaran persnya. (Enel-Sultra)

loading...