PB, BANTEN – Kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan semakin mendapatkan simpatik, bahkan Presiden Dewan Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hadanudin Banten, Maci, mendesak presiden Joko Widodo agar, segera mengintruksikan Kapolri untuk menindak tegas pelaku yang dianggap sudah melakukan perbuatan seperti seorang pengecut.

Maci menilai, penyerangan Novel Baswedan jelas sudah direncanakan, secara matang oleh oknum tertentu, hal ini disebabkan karena, Novel saat ini sedang menangani kasus korupsi E-KTP yang merugikan negara sebanyak 2,5 Triliun Rupiah.

“Kami meminta presiden jokowi melalui kapolri untuk mengusut tuntas dibalik penyerangan terhadap novel baswedan, kejadian ini kami yakin sudah direncanakan oleh oknum tertentu, karena saat ini novel baswedan sedang menangani kasus E-KTP yang sangat merugikan negara” demikian disampaikan Maci, dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten ini, berharap, presiden Jokowi dan Kapolri tidak tebang pilih dalam mengusut kasus penyiraman Novel Baswedan dengan air keras dan kasus korupsi E-KTP.

“Kami berharap, presiden jokowi dengan kapolri tidak tebang pilih dalam mengusut kasus novel baswedan dan e ktp, dan kami juga meminta kapolri untuk segera mengintruksikan kepada kapolda seluruh Indonesia untuk melakukan pencegahan agar kejadian yang di alami novel baswedan tidak terulang kembali” pinta, Maci.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, seusai menunaikan shalat subuh, di Masjid Al Ihsan, (11/4) Jl. Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga mata Novel tidak melihat. Sejauh ini, Novel dibawa ke rumah sakit di Singapura, untuk dirawat secara Intensif.

Sementara itu, sejauh ini, Kapolri masih menyelidik kasus ini, untuk mengungkap pelaku teror terhadap Novel tersebut, polisi sudah memeriksa 14 orang yang berada di sekitar tempat kejadian saat Novel diserang.

(Jall/sumber)

loading...