PB, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi M. Iriawan mengungkapkan keyakinannya jika kasus yang sedang ditangani oleh Polisi terkait dengan chat via Sosial Media WhatsApp antara Habib Rizieq Syihab dan Firza Husen adalah benar dan bukan rekayasa.

Bahkan keyakinan Kapolda dibenarkan pula oleh Kepala Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono, dengan mengatakan jika keyakinan pihak kepolisian didasarkan oleh hasil dari percakapan dengan intensitas tinggi dari hasil penyitaan dua buah Handphone milik Imam Besar Front Pembela Islam alias FPI. Namun Raden Prabowo tidak mengingat kapan HP tersebut disita.

Terkait dengan hal tersebut, Kuasa Hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro membantah pernyataan Kepala Humas Polda Metro Jaya, dan mengatakan jika sampai saat ini Handphone milik Habib Rizieq tidak pernah disita oleh pihak kepolisian, ” HP milik teman-teman FPI yang disita oleh polisi, bukan milik Habib Rizieq, jadi beritanya menjadi simpang siur,” ujar Sugito.

Sementara itu Habib Rizieq sendiri terkait dengan kasus ini, mengajak siapapun untuk melakukan Muhabalah (Sumpah Laknat) yang tetap memaksa dan berkeyakinan jika chat “Fitnah” tersebut adalah benar.

“Demi Allah, Alhamdulillah sejak saya memasuki usai taklif ( memasuki usia yang sudah bisa menanggung beban sendiri) hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi ataupun berzina,” ujar Habib Rizieq pada sosial media yang diunggah oleh berbagai kalangan, untuk menyampaikan jawaban Habib Rizieq atas tuduhan tersebut.

Bahkan Habib Rizieq dengan terang-terangan dan tegas mengajak siapapun yang tetap memaksa dirinya untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya tersebut agar bersiap untuk menerima laknat dari Allah SWT.

“Apabila saya berdusta maka laknat Allah SWT kepada diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang tetap memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat Allah SWT dunia dan akhirat,” ucap Habib Rizieq meneruskan kalimat tantangannya kepada yang masih berusaha memfitnah dirinya.

Sementara itu salah satu tokoh muda muslim asal Malut, Darwis mengatakan jika tantangan Habib Rizieq adalah hal yang wajar, “Saat ini Habib Rizieq hanyalah bisa meminta pertolongan dari Allah SWT terkait dengan fitnah tersebut,” ujarnya yang meyakini jika pihak kepolisian tidak akan pernah mau melakukan Muhabalah, seperti yang diinginkan oleh Habib Rizieq.

Menurutnya kepolisian sebaiknya mengeluarkan pernyataan lebih hati-hati, karena persoalan chat yang demikian bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan, bahkan ketika mencuatnya fitnah tersebut, berbagai netizen juga mengeluarkan potongan chat yang seakan-akan sedang melakukan chat dengan seorang artis.

7d 570207-chat-lucu-lucuan

“Kalau tidak salah beberapa waktu lalu, ketika Kapolda mengeluarkan pernyataan soal keyakinannya, beredar juga potongan chat yang seakan-akan terjadi perbincangan antara Kapolda dan artis Nikita Mirzani,” ujar Darwis.

Ketika mencuatnya “fitnah” chatting tersebut, pihak kepolisian sendiri sudah menangkap salah satu pemilik akun sosmed yang memakai nama palsu Philips Joeng dan juga sudah diperiksa di unit Cyber Crime Polda Jawa Timur, dan pemilik akun asli dengan nama Philip Joeng warga Perumahan Sinar Galaxy Surabaya Jawa Timur, mengatakan jika akun miliknya telah dikloning oleh seseorang, dan Polda Jatim sendiri berjanji akan mengejar si pelaku asli.

Kabid-Humas-Polda-Jatim

Namun sampai berita ini diturunkan, belum juga ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian Polda Metro Jaya soal hasil pengejaran, seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, pada tanggal 1 Februari 2017 lalu. Demikian pula hasil pemeriksaan terhadap pemilik akun asli Philip Joeng juga belum pernah disampaikan ke umum, hingga munculnya pernyataan Kapolda Metro Jaya yang meyakini kebenaran video dan percakapan Habib Rizieq dan Firza melalui sosmed WhatsApp.

Untuk membuat parcapakapan palsu tersebut memang tidaklah terlalu sulit, dikarenakan para pengguna HP Android bisa membuatnya melalui tiga buah Aplikasi, Fakewhats.com lalu ada Fake chat simulator dan Yazzy. Namun pembuat aplikasi tersebut berniat hanya untuk dipakai sebagai sebuah lelucon.

“Saya yakin jika percapakan tersebut adalah palsu, tapi mau bilang apa, pihak polisi tetap memaksa jika itu asli, jadi biarkan sajalah, hanya saja terasa aneh, si pembuat aplikasi niatnya hanya untuk lucu-lucuan karena mereka tahu itu adalah palsu, tapi kok malah dipakai untuk bukti,” ujar Darwis melalui selularnya.

(jall)

loading...